Unduh Aplikasi

Makmur Budiman: Kadin Aceh Siap Dukung Berbagai Kebijakan Ekonomi

Makmur Budiman: Kadin Aceh Siap Dukung Berbagai Kebijakan Ekonomi
Ketua Kadin Aceh, Makmur Budiman, SE., (ketiga dari kiri) terlihat bersama Pelaksanan Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT., dan Anggota DPR RI, Teuku Rifky Harsya, saat menghadiri undangan buka puasa bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di The Sultan Hotel, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019 lalu. (Foto: BPPA/ Saifullah S)

JAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Aceh, Makmur Budiman, SE., memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap acara Dialog Pembangunan Ekonomi Aceh Hebat dalam Forum Silaturahmi Aceh Meusapat yang digagas oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT., yang dilaksanakan oleh Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Minggu, 30 Juni 2019 lalu.

Dia yakin dan optimis bahwa dialog yang menghadirkan berbagai elemen masyarakat dari berbagai disiplin ilmu tersebut dapat menjadi gerbang pembaharuan untuk Aceh masa depan. Dengan dialog tersebut, diharapkan seluruh masyarakat baik pengusaha, politisi, hingga masyarakat umun dapat memberikan kontribusi bagi keberlangsungan perekonomian Aceh.

"Karena itu, sebagai ketua Kadin Aceh saya secara pribadi dan kelembagaan akan mendukung penuh kebijakan pemerintah Aceh, guna meningkatkan perekonomian kita sesuai arahan Plt Gubernur Aceh," jelas Makmur, Kamis, 4 Juli 2019.

Dia mengatakan, ada berbagai cara untuk meningkatkan perekonomian Aceh. Salah satunya, kata dia, dengan memberdayakan berbagai lini ekonomi di Aceh sambil memperbaiki juga sumber daya manusianya.

"Misalnya dengan berbagai seminar, workshop kepengusahaan, hingga studi tour ke daerah lain untuk mempelajari cara daerah lain membangun perekonomian mereka, baik di bidang pertanian, wisata, perikanan dan sebagainya," jelas dia.

Makmur Budiman lahir pada 28 April 1962 di Montasik, Aceh Besar, Provinsi Aceh. Dia dikenal sebagai salah satu pengusaha asal Aceh yang piawai dan telaten, terutama pada sektor konstruksi dan perkebunan Aceh maupun nasional. Karena itu, saat Dialog Pembangunan Ekonomi Aceh Hebat dalam Forum Silaturahmi Aceh Meusapat, Makmur berkeinginan untuk membangkitkan perekonomian Aceh yang puluhan tahun seperti terombang-ambing.

"Kemajuan perekonomian Aceh adalah harapan kita semua, karena itu Aceh harus mampu memperbanyak tenaga terampil di berbagai sektor, dan kita (Kadin) Aceh akan mendukung hal tersebut," jelas Toke Makmur, sapaan akrabnya.

Sebagai salah satu pengusaha yang memiliki pengalaman selama 28 tahun dan memiliki jaringan yang luas baik tingkat Aceh dan nasional, Makmur menyakini dia mampu memperbaiki kondisi perekonomian Aceh saat ini.

"Sekarang saatnya kita fokus pada pendidikan vokasi. Adapun manfaatnya adalah untuk menunjang kualitas SDM Aceh sehingga menguasai keahlian tertentu. Dengan begitu, ke depan SDM Aceh tidak gagap terhadap kemajuan," ujar dia.

Makmur juga menyampaikan bahwa, selain vokasi, dia juga berkeinginan untuk membangun training centre untuk menciptakan tenaga-tenaga ahli di bidangnya. Dengan niat tersebut, nantinya Kadin Aceh akan membentuk lembaga entrepreneurship di setiap kabupaten/kota TK ll seluruh Aceh.

Dia juga menyampaikan, sudah saatnya pula Aceh perlu mengirimkan petani-petaninya ke luar negeri yang di dampingi oleh pengusaha pertanian. Di sana, kata dia, petani-petani asal Aceh ini nantinya akan melihat dan belajar banyak terkait pertanian di luar negeri dan menyerap ilmunya untuk dipraktekan di kampung halaman masing-masing.

"Kita juga perlu melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah SMK Internasional, seperti dengan Thailand, misalnya, lalu mengirim anak-anak kita untuk belajar di sana. Sehingga, ketika anak-anak ini lulus dan pulang ke Aceh, mereka bisa membangun desa mereka sendiri dan jadi desa mandiri," ujarnya.

Dialog tersebut menampilkan empat pembicara, yakni Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dr. Ir. Hamman Riza, M.Sc., Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof. Dr. Syamsul Rizal, M.Eng., dan Kapala Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Aceh, Ir. Sabri Basyah.

Adapun ketujuh poin rekomendasi tersebut, yaitu merekomendasikan Forum Aceh Meusapat menjadi agenda reguler Pemerintah Aceh sebagai wadah mendiskusikan gagasan, menampung masukan, dan menghubungkan kepentingan Aceh. Forum Aceh Meusapat dilaksanakan secara periodik oleh BPPA di Jakarta untuk selanjutnya diarahkan terselenggara bergilir di kabupaten/kota dalam Provinsi Aceh demi menggali potensi dan menyiapkan strategi pengembangan sektor ekonomi unggulan sesuai kawasan masing-masing.

Selanjutnya, forum ini mendukung Pemerintah Aceh menyiapkan instrumen dan kebijakan strategis untuk optimalisasi pembangunan ekonomi Aceh melalui sektor prioritas pertanian/perkebunan, perdagangan, perikanan, dan pariwasta sebagai upaya menunjang dan memacu akselerasi 15 program unggulan Pemerintah Aceh.

Meminta bank-bank yang beroperasi di Aceh mengalokasikan pembiayaan maksimal pada sektor-sektor ekonomi prioritas yakni pertanian/perkebunan, Perdagangan, perikanan, dan pariwisata Aceh. Mengimbau pengusaha-pengusaha diaspora Aceh untuk aktif berinvestasi, membina dan mendukung terciptanya lapangan kerja kreatif dan kompetitif di Aceh.

Selanjutnya memperkuat sinergi Pemerintah Aceh, dunia usaha/industri, perguruan tinggi dan media dalam implementasi strategi pembangunan ekonomi Aceh Hebat yang berbasis teknologi, data, konektivitas, dan kompetensi sumberdaya manusia. Mendorong partisipasi media memberikan informasi mengenai Aceh yang kondusif dan fakta-fakta inspiratif terkait dunia investasi dan pembangunan ekonomi Aceh Hebat.

Terakhir, meminta Pemerintah Aceh untuk membuka Bank Aceh Cabang Jakarta dan mendorong warga Aceh diaspora berpartisipasi dengan membuka rekening dan bertransaksi melalui Bank Aceh Cabang Jakarta.

Komentar

Loading...