Unduh Aplikasi

Makin Banyak Warga AS yang Dukung Trump Lengser

Makin Banyak Warga AS yang Dukung Trump Lengser
Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)

Isu rencana pemakzulan (impeachment) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump oleh kubu Demokrat terus mencuat akhir-akhir ini. Presiden kontroversial itu terbukti menekan Presiden Ukraina untuk melakukan upaya penyelidikan untuk menyingkirkan saingannya dalam pemilu presiden 2020 nanti, yaitu Joe Biden.

Namun ternyata, tidak hanya Demokrat yang mengusulkan pemakzulan Trump. Rakyat Amerika juga mendukung pemakzulan Trump, bahkan jumlahnya juga dikabarkan meningkat sebesar 8% dalam sepekan terakhir.

Demikian menurut hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada hari Senin (30/9/19). Dari jajak pendapat pada 26-30 September ditemukan bahwa 45 persen orang dewasa menganggap bahwa Trump yang berasal dari Partai Republik "harus dimakzulkan".

Pada minggu sebelumnya, hanya ada 37 persen orang yang mendukung pemakzulan Trump.Sementara ada sebanyak 41 persen orang yang mengatakan bahwa Trump seharusnya tidak dimakzulkan 15 persen mengatakan "tidak tahu" harus memilih apa.

Isu pemakzulan Trump muncul setelah ia melakukan panggilan telepon pada bulan Juli dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Pada kesempatan itu Trump disebut meminta Zelenskiy untuk mencari tahu skandal terkait Joe Biden, yang merupakan mantan wakil presiden di era Barack Obama, dan putranya Hunter.

Pada pekan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS meluncurkan penyelidikan pemakzulan terhadap Trump. Trump diduga melakukan penyalahgunaan kekuasaan setelah memanfaatkan dana bantuan AS senilai hampir US$ 400 juta untuk dijadikan sebagai imbalan atas bantuan politik dari Zelenskiy karena mau melakukan penyelidikan terhadap Biden.

Hasil jajak pendapat terhadap lebih dari 2.200 orang dewasa di AS juga menemukan bahwa 34% telah mendengar "banyak" tentang skandal Ukraina minggu ini. Jumlah itu meningkat sekitar dua kali dibandingkan dengan minggu lalu. Sementara sekitar 30 persen lainnya mengatakan mereka telah mendengar "sebagian" detail tentang telepon Ukraina.

Ketika ditanya apa yang mereka pikirkan tentang berita itu, 43 persen mengatakan "presiden Trump berusaha untuk menyingkirkan Joe Biden menjelang kampanye presiden tahun 2020". Jumlah itu naik 4 poin dari minggu lalu.

Jajak pendapat juga menemukan bahwa 66 persen orang dewasa Amerika mengatakan setiap pejabat terpilih "harus disingkirkan" dari jabatannya jika mereka bekerja dengan pemerintah asing untuk menyerang lawan politiknya. Jumlah itu termasuk 46 persen dari Partai Republik, 88 persen dari Demokrat dan sekitar dua pertiga dari peserta independen.

Namun, fakta sekitar 45 persen rakyat AS ingin Trump lengser, bukan angka yang besar. Masih banyak yang tidak percaya tuduhan terhadap Trump dan belum menyimpulkan bahwa sang presiden memang bekerja dengan Ukraina untuk menyingkirkan Biden.

Meski demikian, pendapat publik masih bisa berubah karena akan ada lebih banyak informasi terungkap. Tetapi ilmuwan politik Universitas Michigan Nicholas Valentino mengatakan bahwa dukungan untuk pemakzulan Trump tidak akan ada artinya, kecuali para pemimpin Republik bergabung dengan Demokrat untuk mengkritik presiden secara terbuka.

"Rakyat bukan sarjana konstitusional," kata Valentino.

"Mereka mempercayai pejabat terpilih mereka dari partai mereka untuk mengetahui aturan politik. Dan ketika anggota partai mereka sendiri mengatakan bahwa seseorang telah melanggar aturan, saat itulah opini publik akan benar-benar mulai berubah."

Jajak pendapat Reuters/Ipsos dilakukan secara online, dalam bahasa Inggris, di seluruh Amerika Serikat. Jajak pendapat ini mengumpulkan tanggapan dari 2.234 orang dewasa, termasuk 944 Demokrat dan 855 Partai Republik. Jajak pendapat ini memiliki interval kredibilitas, ukuran presisi, 4 poin persentase.

Komentar

Loading...