Unduh Aplikasi

Maju Cagub Aceh, Abdullah Puteh Siapkan Tiga Calon Wakil

Maju Cagub Aceh, Abdullah Puteh Siapkan Tiga Calon Wakil
Abdullah Puteh. Foto: Net
BANDA ACEH - Bekas Gubernur Aceh yang pernah mendekam di penjara karena tersandung kasus tindak pidana korupsi, Abdullah Puteh mendeklarasikan dirinya untuk menjadi calon Gubernur Aceh periode 2017-2022 mendatang. Acara deklarasi tersebut berlangsung di halaman Pesantren Darul Ihsan, Tungkop, Aceh Besar, Kamis (17/3).

Saat diwawancarai AJNN, Abdullah Puteh mengatakan sudah ada beberapa orang calon yang akan mendampinginya pada pesta demokrasi 2017 mendatang. Namun, dirinya enggan menyebutkan nama tersebut.

"Ada tiga nama yang sudah ada, dan kami akan mengumumkan akhir April nanti. Berasal dari tiga kalangan, yang pertama kalangan ulama, kedua kalangan pengusaha, dan yang ketiga kalangan politisi,” ujar Abdullah Puteh.

Selain itu, dirinya mengaku, tidak mengambil wakil dari wilayah Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Langsa, karena dekat dengan Aceh Timur. Namun, dirinya akan memililih wakil dari wilayah Bireun, Banda Aceh, Aceh Selatan, bagian tengah dan barat selatan.

Sejak pertama berniat ingin mencalonkan menjadi calon Gubernur Aceh, Abdullah Puteh tak akan maju melalui partai politik, melainkan maju menggunakan kendaraan independen. Katanya, pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sudah mulai dilakukan oleh tim relawannya.

"Karena dengan independen ini saya juga punya kesempatan bertemu dengan teman-teman di kampung. Saya langsung yang datang atau pun tim saya, dan bisa menyampaikan visi saya apa sebetulnya. Jadi mereka tidak memilih saya seperti memilih kucing dalam karung,” imbuh dia.

Dirinya mengaku, alasan memilih mendeklarasikan diri pesantren Krueng Kalee. Karena ini merupakan salah satu pesantren tertua yang ulamanya termasuk diantara empat ulama besar Aceh.

Abdullah Puteh yang merupakan Gubernur Aceh pertama diproses oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengaku apabila terpilih sebagai orang nomor satu di Aceh akan fokus tiga sektor untuk pembangunan kedepan.

"Satu tegakkan syariat islam, kedua revolusi pertanian, dan revolusi birokrasi. Sebenarnya kalau tegakkan syariat islam semuanya sudah disitu,” ungkap dia.

Dia menjelaskan, salah satunya adalah umat islam sebetulnya mengikuti surat Al Balat, bahwa semua harus menyayangi dan membantu fakir miskin dan yatim. Dikatanya, sebenarnya yang dia tujukan bukan petani, tetapi masyarakat miskin.

"Kebetulan masyarakat miskin itu sang petani, sang nelayan dan sang peternak. Dan mereka itu mendiami tidak kurang 60 persen rakyat Aceh. Kalau 60 persen ini kita bangkitkan, berarti Aceh sudah sejahtera,” ujarnya.

Komentar

Loading...