Unduh Aplikasi

Main Comot Wakil Gubernur

Main Comot Wakil Gubernur
Ilustrasi: WLWT.

RASANYA publik di Aceh tak lagi peduli dengan sosok yang akan ditetapkan Partai Nanggroe Aceh untuk mengisi posisi Wakil Gubernur Aceh. Setelah berbulan-bulan lamanya, hanya untuk menetapkan sosok wakil gubernur saja, partai-partai politik pengusung tak becus. 

Nama yang digadang-gadang akan menjadi calon wakil gubernur adalah Sayuti Abu Bakar. Nama ini tidak ada di dalam daftar empat nama yang sebelumnya disebut-sebut bakal mengisi lowongan itu adalah Tgk Muharuddin, Muhammad Nazar, Muhammad MTA, dan Muhammad Zaini.

Kriteria calon gubernur pun hingga kini tidak jelas. Sepertinya, tak ada lagi tolak ukur yang tepat untuk memilih sosok yang bakal menjadi wakil gubernur. Semua tergantung selera ketua umum partai politik. Entah dia sosok yang diterima oleh masyarakat, atau yang dapat bekerja sama dengan gubernur. 

Dalam etika politik, PNA memang partai politik pengusung yang paling pantas mengajukan nama untuk dijadikan pendamping Nova Iriansyah memimpin Aceh hingga akhir jabatan pada 2022. Karena duet utama dalam perhelatan politik Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017 adalah PNA dan Partai Demokrat. 

Di awal, kader PNA lah yang menjadi gubernur. Namun karena harus berhenti di tengah jalan, akhirnya wakilnya, dari Partai Demokrat, menggantikan. Jadi, sudah selayaknya pula PNA yang mengisi posisi yang ditinggalkan Partai Demokrat. Itu kalau berbicara kepantasan. 

Drama penentuan dua nama calon wakil gubernur ini juga belum akan berakhir setelah PNA menetapkan kandidat mereka. Bisa saja calon tersebut akan ditolak oleh partai politik pengusung lain, seperti PDIP, PDA atau PKB. 

Belum lagi saat diajukan kepada gubernur. Bisa saja nama yang diusulkan ditolak karena dianggap tidak bakal mampu bersinergi memimpin Aceh. Perjalanan juga belum akan berakhir di sini karena nama-nama itu akan dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat Aceh untuk memilih satu dari dua nama yang akan disodorkan oleh gubernur. 

Tapi, sekali lagi, publik sudah jenuh dengan drama yang sepertinya tiada habis. Yang terbuang adalah waktu. Padahal gubernur membutuhkan wakil untuk bekerja. Selain hal itu merupakan amanah Undang-Undang Pemerintah Aceh, gubernur jelas kelimpungan mengelola 23 kabupaten dan kota sendirian. 

Tentu saja, idealnya, sosok wakil gubernur yang diajukan ke DPR Aceh nanti adalah orang yang benar-benar bisa mengimbangi kerja-kerja gubernur. Orang yang diterima oleh partai politik dan masyarakat secara luas. Dan yang terbaik tentu saja kader partai pengusung sendiri. Bukan dicomot dari luar partai politik pengusung. 

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...