Unduh Aplikasi

KASUS PENIPUAN CALO PNS 

Maimun Rajapante, yang 'Keramat' dengan Status Tahanan Kota

Maimun Rajapante, yang 'Keramat' dengan Status Tahanan Kota
Petugas Kejari Pidie Jaya saat mengiring Maimun Rajapante ke Rutan Sigli. Foto: AJNN.Net/Muksalmina

PIDIE JAYA - Terdakwa penipuan calo Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Aceh, Maimun Musa hingga saat ini masih bebas berkeliaran diluar penjara. Padahal setelah melakukan upaya banding, Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh sudah memutuskan satu tahun penjara terhadapnya. 

Putusan PT Banda Aceh itu lebih ringan satu tahun dibandingkan putusan Pengadilan Negeri Pidie Jaya. Meski demikian, Maimun Musa belum juga dieksekusi sesuai putusan pengadilan tersebut. 

Mantan dosen Unigha Sigli yang lebih tenar dengan nama Maimun Rajapante itu belum dipenjara karena masih  'keramat' dengan status sebagai tahanan kota. 

Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasi Pidum Aulia kepada AJNN, Minggu (12/1) mengatakan, hingga saat ini Maimun Rajapante masih berstatus sebagai tahanan kota. Sebab kata dia, Kejari Pidie Jaya mengajukan kakasi ke Mahkamah Agung (MA). 

Dijelaskan Aulia, alasan pihaknya mengajukan kasasi atas putusan banding yang ditetapkan oleh PT Banda Aceh, menurut dia, putusan banding tersebut sangat tidak 'adil' dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pidie Jaya. 

"Kami masih menunggu putusan kasasi MA, selama proses kasasi ini, dia (Maimun) masih berstatus tahanan kota," jelasnya. 

Setelah putusan kasasi turun dari Mahkamah Agung, pihaknya langsung akan mengeksekusi Maimun, meski yang bersangkutan nantinya akan melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK). 

Baca: Vonis Maimun Dikurangi Satu Tahun, Kejari Pijay Ajukan Kasasi

Namun Aulia menegaskan, status tahanan kota Maimun saat ini dapat gugur jika ia bepergian ke luar kota atau keluar dari Kabupaten Pidie Jaya. 

"Begitu ada putusan kakasi, kami langsung mengeksekusi Maimun, walaupun dia mengajukan PK. Dan status tahanan kota terhadap Maimun ini, ia tidak boleh keluar dari Kabupaten Pidie Jaya" tegas Kasi Pidum Kejari Pidie Jaya. 

Seperti diketahui, pada 21 Agustus 2019, PN Pidie Jaya menjatuhkan vonis dua tahun penjara terhadap terdakwa penipuan calo PNS itu. Namun, setelah putusan itu dibacakan, terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sama-sama mengajukan banding terhadap putusan tersebut ke PT Banda Aceh. 

PT Banda Aceh menerima banding Maimun, banding itu mengurangi hukuman Maimun setengah dari vonis PN Pidie Jaya. Namun terhadap putusan banding tersebut, Kejari Pidie Jaya mengajukan kasasi ke MA. 

"Putusan banding ini sangat jauh dari tuntutan JPU, sehingga kami menyatakan kasasi," kata Aulia beberapa waktu lalu.

Dihimpun AJNN, Maimun Rajapante lebih kurang sudah delapan bulan 'keramat' dengan status tahanan kota. Sekitar akhir Mei 2019, PN Pidie Jaya mengabulkan permohonan alih tahanan Maimun dari rutan Sigli ke tahanan kota. 

Permohonan pengalihan tahanan itu dikabulkan PN Pidie Jaya karena pertimbangan kemanusiaan. Sementara perhitungan tahanan kota adalah 1:5, artinya, lima hari di luar dihitung satu hari di dalam penjara. 

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...