Unduh Aplikasi

Mahasiswa Tuding DPRK Abdya tak Mampu Wakili Masyarakat

Mahasiswa Tuding DPRK Abdya tak Mampu Wakili Masyarakat
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Aliansi Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Abdya Sejahtera (Geranat), meminta Dewan Perwakilan Rakyat Kabubapaten Aceh Barat Daya (DPRK Abdya) untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Abdya.

Pasalnya, sampai batas waktu yang telah disepakati, DPRK belum menyurati atau memanggil Bupati Abdya untuk mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP), dengan Geranat serta menghadirkan orang nomor satu di Abdya tersebut, terkait tuntutan-tuntutan dalam aksi yang mereka lakukan beberapa waktu yang lalu. 

Noval Abizal, selaku Koordinator Geranat mengungkapkan kekecewaannya kepada DPRK Abdya, yang dianggap tidak serius dalam menampung aspirasi Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam Geranat.

"Kami meminta DPRK untuk segera mengagendakan RDP dengan menghadirkan bupati," kata Noval kepada AJNN, Jumat (28/6).

Menurutnya, RDP tersebut penting dilakukan untuk mempertanyakan keseriusan dan komitmen Pemkab Abdya, dalam merealisasikan tuntutan Geranat  yang telah ditandatangani oleh Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, dalam aksi Refleksi menjelang dua tahun Kepemimpinan Bupati Akmal Ibrahim dan Wakil Bupati Muslizar MT yang digelar di halaman kantor Bupati Abdya, Selasa (11/6) lalu. 

"Karena dari 5 poin tuntutan, ada beberapa poin yang belum menunjukkan progres sama sekali, seperti masalah kampus AKN dan persoalan HGU PT CA yang kami lihat belum ada langkah-langkah penyelesaian," tambahnya.

Noval menyatakan DPRK Abdya adalah wakil Rakyat sekaligus perpanjangan lidah dan tangan masyarakat Abdya, jadi jangan hanya bisa berjanji kepada rakyat, sudah seharusnya mereka bekerja sesuai dengan harapan rakyat Abdya . 

"Akan tetapi hari ini kami melihat DPRK Abdya belum menepati janji, serta menjalankan salah satu tugas dan fungsinya untuk memanggil bupati dalam rangka menjelaskan terkait permasalahan krusial yang terjadi di Abdya," jelasnya.

Padahal Ketua serta beberapa anggota DPRK Abdya, saat menemui aliansi Geranat dalam audiensi yang dilakukan pada Jumat (14/6) lalu, pernah berjanji bahwa paling lambat tanggal 28 Juni 2019 sudah menyurati Bupati untuk dapat hadir dalam RDP.

"Namun kenyataannya, sampai hari ini belum ada kejelasan terkait progress pemanggilan bupati, beberapa kali kami sudah menghubungi Ketua DPRK Abdya via telpon dan WA, tapi tidak ada respon sama sekali," ujarnya.

"Jadi, kami beranggapan itu salah satu bukti bahwa wakil rakyat Abdya tidak mampu mewakili masyarakat Abdya," sambung Noval

Komentar

Loading...