Unduh Aplikasi

Mahasiswa Singkil: Kinerja DPRA Harus Dievaluasi

Mahasiswa Singkil: Kinerja DPRA Harus Dievaluasi
Ketua Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL) Boby Rizky Dharmawan. Foto: Ist

BANDA ACEH - Ketua Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL) Boby Rizky Dharmawan mempertanyakan kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Pasalnya masyarakat menilai para anggota DPRA masih bekerja di bawah standar sebagai seorang wakil rakyat.

Menurutnya DPRA yang yang seharusnya menjadi wadah aspiratif dan responsif dinilai kurang hadir di tengah masyarakat Singkil, terutama di tengah kondisi pandemi seperti saat ini.

"Kami tidak mengharapkan lebih dari para wakil rakyat, yang kami butuhkan hanya kebijakan yang kiranya pro terhadap kondisi rakyat saat ini, namun yang saya lihat DPRA sibuk dengan konflik kepentingan yang tak berujung dan bermanfaat," kata Boby.

Bahkan, kata Boby, di tengah pandemi covid seperti ini, DPRA masih sibuk dengan perang terbuka dengan Pemerintah Aceh yang tak mempunyai titik temu dan hanya menampakan tensi dan ego masing-masing lembaga.

"Terakhir kami lihat DPRA melahirkan dua kebijakan kontroversial yang tidak bermanfaat bagi masyarakat Aceh, bahkan melukai hati rakyat Aceh Singkil yang terkena dari kebijakan tersebut, yaitu pembatalan proyek multiyears dan hak interpelasi," ungkapnya.

Ia menjelaskan proyek multiyears yang semestinya menjadi cita-cita masyarakat pedalaman, DPRA dengan gagahnya berani menggagalkan proyek tersebut yang justru sangat menciderai hati rakyat Aceh Singkil.

"Begitu juga dengan hak interpelasi yang kami kira belum tepat dan hanya memperlihatkan sentimen kelembagaan saja dan tidak mempunyai subtansi yang urgent terhadap kepentingan rakyat," ujarnya.

Semestinya, kata Boby, DPRA fokus pada penanganan Covid-19, bukan justru sibuk dengan konflik kepentingan yang cenderung menafikan kemaslahatan bersama.

"Mari untuk sesaat kita tinggalkan dulu berbagai atribut kepentingan kelompok dan parpol, ayo sama-sama kita fokus dan kompak dengan pemerintah dalam penanganan Covid-19," katanya.

Ia menambahkan menyelesaikan permasalahan Covid-19 tidak cukup dengan marah-marah, apabila perlu ajak duduk bersama semua pihak terkait, termasuk Gubernur, Wali Kota, Bupati dan unsur terkait lainnya di seluruh Provinsi Aceh.

"Dengan demikian Persoalan terhadap penanganan Covid-19 bisa semakin cepat teratasi dan saatnya kita recovery (pemulihan) terhadap kondisi Ekonomi, sudah saatnya DPRA berbenah bersama demi mengembalikan trust (kepercayaan) masyarakat," jelasnya.

Komentar

Loading...