Unduh Aplikasi

Mahasiswa Pertanyakan Kasus Pencemaran Nama Baik oleh Suaidi Yahya

Mahasiswa Pertanyakan Kasus Pencemaran Nama Baik oleh Suaidi Yahya
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) Lhokseumawe mempertanyakan terkait kelanjutan kasus pencemaran nama baik oleh Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya terhadap Sofyan yang telah dilaporkan ke Polres Lhokseumawe beberapa waktu lalu.

Kamerad SMUR Lhokseumawe, Nanda Risky mengatakan, kasus pencemaran nama baik atau penghinaan yang dilakukan oleh Suaidi Yahya kepada Sofyan sudah berlarut-larut di Polres Lhokseumawe tanpa adanya kejelasan.

“Hingga sekarang kami belum mengetahui bagaimana kelanjutan dari kasus tersebut. Hal ini patut kami pertanyakan kepada Polres Lhokseumawe, selaku penegak hukum, apakah kasus ini benar-benar di usut? Atau malah sebaliknya, dibiarkan saja karena pelakunya adalah pejabat negara,” kata Nanda, Sabtu (3/10).

Dikatakan Nanda, hal ini sontak menjadi pertanyaan besar bagi publik, karena Polres Lhokseumawe diduga tidak transparan atas sejauh mana kasus ini sudah berjalan. Seharusnya penegak hukum harus bijak dalam mengambil tindakan, jangan hanya mengandalkan slogan "kami siap melayani" tetapi khasusnya tidak ujung usai.

“Disini pihak kepolisian harus menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dalam mengusut kasus ini, karena ini kasus besar yang melibatkan kepala daerah di dalamnya,” ujarnya.

Dan penanganan kasus ini pun, sambungnya, haruslah bersih dari intervensi pihak manapun. Jangan sampai ada main mata antara pihak Polres Lhokseumawe dengan pihak Wali Kota Lhokseumawe.

“Sampai sekarang belum ada pemanggilan Saudi Yahya ke Polres Lhokseumawe, sedangkan saksi semuanya sudah dimintai keterangan. Jangan sampai citra Polres tersebut menjadi jelek di mata publik karena terlalu lama dalam mengusut, dan jangan sampai ada konspirasi dibalik kasus ini,” tuturnya.

Baca: Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik oleh Suaidi Yahya, Polisi Periksa Dua Orang Saksi

Nanda berharap, kasus tersebut akan ada hasil yang cepat, dikarenakan sudah ada bukti yang kuat, dan juga Suaidi Yahya melontarkan kata-kata jelek tersebut di forum resmi yang kemudian di muat oleh beberapa media.

“Kalau kasus ini tidak juga menuai kejelasan, maka kami akan menggelar aksi ke depan Polres Lhokseumawe,” tutup Nanda.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Reskrim, Iptu Yoga Panji Prasetya saat dihubungi AJNN mengatakan, bahwa kasus tersebut dari Reskrim atau penyidik sendiri sudah clear (selesai). Apalagi korban (Sofyan) juga mengarah ke rencana mediasi.

“Jadi korban juga berencana mau mediasi, namun jika dalam pekan ini tidak ada titik temu. Maka kasus ini akan kita limpahkan ke Polda Aceh,” tutur Yoga.

Sementara itu, Sofyan membenarkan soal mau ikut mediasi (berdamai), akan tetapi hingga saat ini dirinya belum menerima surat panggilan untuk mediasi tersebut.

“Saya  berharap kasus ini bisa diselesaikan secara bijak, dan tranparan,” imbuhnya

Komentar

Loading...