Unduh Aplikasi

Mahasiswa Nilai Pengalihan Pasar Pusong Jadi Hotel Terlalu Tergesa-Gesa

Mahasiswa Nilai Pengalihan Pasar Pusong Jadi Hotel Terlalu Tergesa-Gesa
Pasar terbengkalai yang rencana dialihfungsikan jadi hotel. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh menilai Pemerintah Kota Lhokseumawe terlalu tergesa-gesa ingin mengalihkan pasar rakyat yang terbengkalai di Pusong menjadi hotel (penginapan).

“Kami melihat Pemerintah Kota Lhokseumawe terlalu tergesa-gesa, seharusnya bangunan-bangunan yang terbengkalai di daerah ini difungsikan untuk tingkat PAD bukan dialihfungsikan,” kata Sekjend BEM Unimal, Riski kepada AJNN, Senin (27/7).

Sambung Riski, oleh karena itu Pemerintah Kota Lhokseumawe harus berpikir objektif dan melihat kondisi real masyarakat. Karena jika pasar itu dialihkan jadi hotel dikhawatirkan akan timbul konflik social yang baru.

“Kita khawatir, saat pengalihan dan pemugaran dilakukan akan terjadinya penggusuran terhadap pedagang yang berjualan di bawah bangunan terbengkalai itu. Dan kami menduga pembangunan yang direncanakan itu hanya berbasis fee saja,” tuturnya.

Baca: Pasar Terbengkalai di Pusong akan Dialihfungsikan Jadi Hotel

Menurut Riski, jangan sampai Kota Lhokseumawe dijadikan icon sebagai kota kumuh, sementara daerah lain sudah memiliki bangunan yang sangat indah, dan juga memiliki icon yang layak.

“Lhokseumawe tidak ada bangunan yang disusun secara subtansial, dalam hal ini pemerintah perlu mengkaji ulang secara mendalam. Agar tata pengelolaan kota lebih jelas, masyarakat juga memiliki asas manfaat,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta kepada DPRK Lhokseumawe, agar menggunakan hak control dalam pembangunan, apakah itu efektif atau tidak.

“Kami berharap DPRK Lhokseumawe jangan seperti keong dalam perlemen,” imbuhnya.

Komentar

Loading...