Unduh Aplikasi

Mahasiswa Minta Program BPJS Kesehatan Dibubarkan

Mahasiswa Minta Program BPJS Kesehatan Dibubarkan
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) melakukan aksi damai di Gedung DPRK Lhokseumawe, Senin (9/12).

Dalam aksi tersebut, mereka meminta agar Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membubarkan program BPJS yang dianggap gagal dan tidak sesuai amanat konstitusi UUD 1945 dan Pancasila.

Koordinator Lapangan, Maulidi Alfata mengatakan, permintaan dan rencana menaikkan anggaran untuk BPJS Kesehatan merupakan perencanaan yang tidak masuk akal. Pasalnya, kalau kualitas hidup dan kesehatan meningkat maka jumlah orang yang sakit berkurang.

“Dengan demikian, otomatis akan hemat APBN serta negara dapat profit dan anggaran dapat dialihakan untuk program pembangunan lainnya,” katanya.

Dikatakan Maulidi, menurut presentasi sebanyak 63 persen rumah sakit adalah milik swasta, dan masyarakat melihat pelayanannya sebagai barang dagangan semata. Hampir 95 persen bahan baku obat-obatan diimpor, ada 26 perusahaan farmasi asing atau obat-obatan yang menjadi kartel dan menguasai pasar obat-obatan dari generik dan paten.

“Harga obat yang sangat mahal menjadi persoalan tambahan, hal itu sangat mengganggu sistem layanan kesehatan,” ujarnya.

Dalam hal ini, sambung Maulidi, pihaknya meminta Presiden RI Jokowi agar membubarkan program BPJS. Para wakil rakyat juga harus setuju untuk membubarkan BPJS Kesehatan. Maka dengan demikian bisa kembali pada program Jamkesmas atau Jamkesda.

Karena program tersebut dianggap efektif tanpa bertele-tele dengan panjangnya proses birokrasi. Bahkan dengan program pengganti ini masyarakat cukup menggunakan KK atau KTP saja untuk berobat gratis dan penggunaan anggaran juga total coveraged.

Komentar

Loading...