Unduh Aplikasi

Mahasiswa Minta Pemotongan UKT 50 Persen, Begini Jawaban Unimal

Mahasiswa Minta Pemotongan UKT 50 Persen, Begini Jawaban Unimal
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE – Kepala UPT Kehumasan dan Hubungan Eksternal Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Fasya menanggapi soal tututan mahasiswa saat melakukan aksi demai depan Kampus Unimal, Bukit Indah, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Menurutnya, tuntutan itu sudah tertuang dalam Peraturan Rektor Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Ulang Pemberlakuan Uang Kuliah Tunggal Bagi Mahasiswa Universitas Malikussaleh Tahun 2020.

Aturan tersebut diterbitkan sebagai pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 25 Tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca: Gelar Aksi, Mahasiswa Unimal Minta Pemotongan UKT 50 Persen

Dengan tujuan untuk memberikan keadilan, kemanfaatan, dan pelayanan kepada semua lapisan mayarakat terhadap pendidikan tinggi.

“Ditengah pandemi Covid-19, mahasiswa harus tetap dibantu agar sistem belajar mengajar tetap berjalan dengan baik,” kata Kemal kepada AJNN, Selasa (14/7).

Dikatakan Kemal, Skema di Unimal sebagian besar menerima bidik misi, dan sebagian besar lagi juga menerima mahasiswa UKT I dengan biaya paling murah Rp500 ribu, UKT II Rp1 juta. Sementara yang akan mendapatkan potongan untuk UKT III dan IV karena biasanya lebih tinggi.

“Kalau Rp500 ribu bagaimana mau kita potong, karena sudah sangat murah. Dan disini mahasiswa juga harus mengerti, UKT itu sudah sangat murah diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu, dan yang kita pertimbangkan saat ini untuk UKT III sekitar Rp1.7 juta dan UKT IV senilai Rp 2 juta lebih,” tuturnya.

Menurutnya, kampus Unimal tidak akan membiarkan mahasiswanya tidak kuliah karena dampak yang ditimbulkan oleh Corona, sebenarnya apa yang dituntut oleh mahasiswa udah direspon oleh Rektor.

“Jika ada mahasiswa yang menyebutkan Unimal tidak pro masyarakat miskin dan demokratis, itu salah. Buktinya selama ini membuktikan kebanyakan mahasiswa kuliah di Unimal itu dari Bidikmisi dan banyak masyarakat kurang mampu, selain itu komunikasi dengan Rektor juga selalu terbuka,” ungkapnya.

Dikatakan Kemal, dialog kampus Unimal dengan mahasiswa selalu terbuka, yang terpenting tidak ada keinginan pimpinan membiarkan mahasiswa tidak bisa membayar SPP. Dan tidak ada yang terkorbankan dalam situasi saat ini. Sehingga semua mahasiswa bisa kuliah.

Komentar

Loading...