Unduh Aplikasi

KEMATIAN IBU DAN ANAK

Mahasiswa Minta Pemerintah Aceh Copot Direktur RSIA

Mahasiswa Minta Pemerintah Aceh Copot Direktur RSIA
Ilustrasi. Foto: Net
BANDA ACEH - Presiden Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Hasrizal meminta kepada Pemerintah Aceh untuk segera mengambil tindakan terhadap manajemen Rumah Sakit Ibu dan Anak yang telah menyebabkan kehilangan nyawa orang lain. "Untuk itu, pemerintah harus mencopot Direktur RSIA dari jabatannya,”kata Presma Unsyiah, Hasrizal kepada AJNN, Kamis (30/3).

Hasrizal menjelaskan, kejadian di RSIA merupakan catatan buruk bagi masyarakat Aceh, atas kelalaian pihak RSIA yang telah menyebabkan kehilangan nyawa orang lain. Pemerintah juga harus mengevaluasi tingkat pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit kepada masyarakat. 

"Dimanapun itu jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, bukan hanya di Banda Aceh tetapi untuk semua rumah sakit yang ada di seluruh Aceh," ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap, apabila terbukti adanya kelalaian pihak RSIA, Pemerintah Aceh harus mencopot seluruh pimpinan rumah sakit, termasuk dirutnya.

"Jika tidak dicopot, kami takutkan masalah seperti ini bisa terulang lagi dan masyarakat yang dirugikan, itu juga akan menjadi pelajaran buat pimpinan rumah sakit lainnya,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh (DPD IMM), Khairul Azmi. Dirinya menilai kasus yang terjadi kepada keluarga Muslim, akibat kelalaian pihak RSIA dalam menangani pasien. Sesuai dengan Qanun nomor 4 tahun 2010 tentang kesehatan, pemerintah sudah seharusnya memberikan pelayanan kesehatan yang baik untuk masyarakat.

"Apa yang terjadi di RSIA kemarin benar-benar sangat keterlaluan, untuk itu direktur RSIA patut dicopot. Pemerintah Aceh jangan terlalu lama mengambil tindakan, copot segera direkturnya," tegas Khairul.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama Aceh, Muslim sangat menyesal dengan kejadian di RSIA tersebut, kejadian itu sangat mencoreng nama baik rumah sakit dan juga melukai hati masyarakat Aceh yang setiap hari mengharapkan pelayanan maksimal dari rumah sakit untuk harapan hidup lebih sehat.

"Apabila benar seperti apa yang diungkapkan oleh suami korban, bahwa tidak maksimalnya pelayanan di RSIA tersebut, maka gubernur harus mengevaluasi direktur dan semua yang terlibat dalam kelalaian tersebut. Ambil tindakan tegas terhadap kasus tersebut," ujarnya.

Apabila kasus tersebut diduga berhubungan langsung dengan konflik yang terjadi di managemen RSIA, kata Muslim, maka hal tersebut harus menjadi perhatian serius Gubernur Aceh.

"Kami tidak ingin karena konflik managemen, menyebabkan hilangnya nyawa masyarakat Aceh yang berobat di rumah sakit, pelayanan kesehatan masyarakat harus tetap di utamakan apapun alasannya.  Tindak tegas kejadian tersebut, sebagaimana aturan hukum yang berlaku," imbuhnya.
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...