Unduh Aplikasi

DEMO REFLEKSI 2 TAHUN PEMERINTAHAN AKMAL-MUSLIZAR

Mahasiswa: Harapan Rakyat Mana yang Sudah Dikembalikan?

Mahasiswa: Harapan Rakyat Mana yang Sudah Dikembalikan?
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demo refleksi dua tahun pemerintahan Akmal-Muslizar, Foto: Fakhrul Razi Anwir

ACEH BARAT DAYA - Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar aksi refleksi menjelang dua tahun kepemimpinan Akmal Ibrahim - Muslizar MT. Aksi tersebut berlangsung di halaman kantor Bupati Abdya, Selasa (11/6) sekitar pukul 11.00 WIB.

Sebelum bergerak ke halaman kantor bupati. para mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Abdya Sejahtera (GERANAT) itu berkumpul di lapangan bola kaki Persada Abdya yang berjarak sekitar 2 kilometer dari kantor bupati.

Puluhan mahasiswa yang menggunakan sepeda motor itu, mendapat pengawalan dari petugas polisi lalu lintas Polres Abdya. Sepanjang jalan menuju titik aksi, para mahasiswa ini melakukan orasi serta yel-yel. Aksi mereka ini sempat menarik perhatian serta menjadi tontonan warga sekitar.

Dalam orasinya, para orator meneriakan hal tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja Pemkab Abdya dan menagih janji-janji kampanye yang belum ditepati Akmal-Muslizar, seperti Bank Galah, santunan melahirkan, stabilisasi harga komoditi pertanian dan sebagainya.

"Dulu mereka menggunakan jargon kembalikan harapan rakyat. Harapan rakyat mana yang sudah dikembalikan? Bank Galah, dimana sekarang Bank Galah?" teriak salah seorang orator dalam aksi tersebut.

Massa aksi terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam, Kohati, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, BEM STKIP Muhammadiyah, BEM Akademi Komunitas Negeri yang ada di Kabupaten Abdya serta beberapa panguyuban kecamatan di Abdya yang ada di Banda Aceh.

Para mahasiswa juga menyampaikan keluh kesahnya terkait murahnya harga komoditi pertanian seperti harga gabah dan sawit. Menurut mereka, di masa panen ini harga gabah sangat anjlok ditambah kurangnya hasil produksi padi dan membuat petani merugi.

"Kami rata-rata berasal dari anak petani, bagaimana orangtua kami dapat membayar uang kuliah jika kondisinya begini. Harga sawit berdasarkan turun lapangan yang saya lakukan kemarin cuma Rp 400 per kilogramnya," ujar orator aksi.

Selain itu, mereka juga menuntut penyelesaian proyek pasar modern Abdya yang saat ini bangunannya terbengkalai. Seharusnya, jika bangunan itu segera dirampungkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat Abdya.

"Ada infrastruktur yang terbengkalai, apa infrastruktur itu juga dijadikan sebagai korban politik? Jangan bawa itu menjadi komoditi politik, karena imbasnya bagi masyarakat banyak," ujarnya disambut teriakin massa yang hadir.

Mereka juga menuntut agar permasalahan yang terjadi di AKN Abdya dapat segera dituntaskan seperti pelaksanaan prosesi wisuda lulusan kedua yang tidak kunjung dilaksanakan. Kemudian, mereka juga mendesak agar AKN tersebut dapat segera dijalankan kembali, karena mahasiswa yang sudah kuliah saat ini harus terputus sebab tidak ada kegiatan apa-apa lagi di kampus.

Komentar

Loading...