Unduh Aplikasi

Mahasiswa Gelar Aksi Teatrikal Desak Usut Pengancaman Wartawan di Meulaboh

Mahasiswa Gelar Aksi Teatrikal Desak Usut Pengancaman Wartawan di Meulaboh
Aksi mahasiswa di Meulaboh mendesak polisi mengusut tuntas kasus pengancaman wartawan. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Compani Aksi Teatrikal untuk Rakyat (CATUR) menggelar aksi terkait pengancaman terhadap wartawan, di halaman Markas Polisi Resor (Mapolres) Aceh Barat, Rabu (22/1).

Dalam aksi tersebut, para demonstran yang mengecat wajahnya itu, juga menggelar teatrikal terkait kronologis dugaan pengancaman terhadap Aidil Firmansyah, wartawan Modus Aceh, pada Minggu (5/1) sekira pukul 01.00 WIB.

Komunitas Catur tersebut meminta kepada pihak Kepolisian mengusut tuntas kasus pengancaman terhadap wartawan, terutama senjata jenis pistol yang disebut-sebut korek api itu.

Baca: Perkara Sudah Sidik, Polres Aceh Barat Tak Bisa Pakai UU Pers

"Kami meminta kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas atas kasus pengancaman pembunuhan kepada wartawan. Serta terkait senjata api yang disebut korek api," kata para peserta aksi.

Mereka juga meminta agar polisi menggunakan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, bukan pasal 335 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang disebut para mahasiswa tersebut merupakan pasal karet.

Dalam orasinya, mereka juga menyinggung pengancaman yang dilakukan oleh salah seorang pengusaha di Aceh Barat tersebut yakni Akrim, Direktur PT Tuah Akfi Utama tersebut akan terus berulang terhadap rekan-rekan pers yang lain jika polisi tidak mengambil sikap tegas.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...