Unduh Aplikasi

Mahasiswa Gajah Putih tuntut DPRK Aceh Tengah selesaikan persoalan kampus

Mahasiswa Gajah Putih tuntut DPRK Aceh Tengah selesaikan persoalan kampus
Mahasiswa UGP melakukan aksi treatrikall, NUSI
ACEH TENGAH - Ratusan mahasiswa dari Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Senin (13/10).

Koordinator aksi, Hasri dalam orasi menyampaikan mahasiswa menuntut agar DPRK untuk menghadirkan Ketua Umum Yayasan Gajah Putih yang diketuai oleh Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, Ketua Harian Yayasan UGP dan Rektor UGP ke kantor DPRK untuk melakukan musyawarah bersama menyelesaikan persoalan kampus yang tak kunjung selesai.

Selanjutnya, mahasiswa menuntut pertanggungjawaban kepada Ketua Umum Yayasan UGP terkait lahan di desa Belang Bebangka dengan menunjukkan dengan dokumen kepemilikan yang sah.

Massa juga menuntut pertanggung jawaban kepada DPRK atas kemunduran kualitas UGP, dan selanjutnya mahasiswa mendesak Eksekutif dan Legislatif untuk berkomitmen membangun UGP melalui anggaran yang harus dialokasikan secara khusus.

Pantauan AJNN, massa aksi sampai ke gedung sekitar pukul 10:00 WIB di gedung DPRK setempat. Dalam aksi turut dibumbui dengan treatrikal. Pengunjuk rasa secara bergilir menyampaikan orasinya hingga pukul 13:00 WIB, namun tidak ada satu pun anggota dewan yang menjumpai para pengunjuk rasa sampai mereka membubarkan diri.

Para orator mangatakan, sejak berdiri sampai sekarang belum memiliki lahan sendiri untuk mendirikan kampus, di samping itu mahasiswa juga meminta pertanggung jawaban kepada Ketua Umum Yayasan dalam hal ini Bupati Aceh tengah Nasaruddin, terkait akreditasi kampus UGP yang tak kunjung terwujudkan.

“Pada tahun 2011 lalu padahal Gubernur telah mengesahkan lahan untuk UGP seluas 30 Hektar di desa Belang Bebangka, tapi hingga kini lahan itu belum dimiliki secara sah oleh UGP dengan tidak adanya bukti surat yang sah,” kata Hasri.

Dalam orasinya, para mahasiswa menilai yayasan UGP yang menjadi andalan masyarakat gayo, saat ini hanya dijadikan sebagai ATM berjalan oleh oknum pejabat struktural yayasan tersebut.(04)

|NUSI

Komentar

Loading...