Unduh Aplikasi

Mahasiswa Desak Polisi Bebaskan Petani Agara

Mahasiswa Desak Polisi Bebaskan Petani Agara
BANDA ACEH – Puluhan mahasiswa Aceh Tenggara berunjuk rasa di depan kantor Polisi Daerah (POLDA) Aceh, mereka menuntut agar polisi segera membebaskan lima petani yang ditahan paska kerusuhan di kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL).

“Kami meminta polisi bertindak adil terhadap lima petani yang ditahan, mereka tidak salah,” ujar Iwan Kartiwan salah seorang pendemo.

Menurutnya, selama ini pihak BBTNGL sudah melakukan penindasan terhadap warga setempat, padahal selama ini masyarakat Aceh Tenggara umumnya berprofesi sebagai petani, dan sebagian besar lahan yang digarap adalah kawasan kaki gunung lauser.

“Orang tua kami hanya membela haknya, mungkin mereka melakukan kerusakan di kantor BBTNGL, tapi mereka sudah minta maaf dan bersedia memperbaikinya,”tutur Iwan

Ia menambahkan, pada bulan Desember 2013 silam, pihak BBTNGL melakukan penggusuran paksa terhadap tanaman perkebunan petani seperti kakao, karet, durian, rambutan dan jenis tanaman lain.

”Kalau punya orang tua kami digusur kenapa tidak dari awal, lagian petani cuma memanfaatkan lahan yang sudah ada, mereka bertani juga untuk menghidupkan keluarganya,”kata Iwan

Ia menegaskan, mahasiswa Aceh Tenggara akan terus mengawasi proses hukum terhadap petani, ia juga mengancam akan membawa masa lebih banyak lagi jika petani tidak segera dibebaskan.

Iwan meminta kepada pihak BBTNGL agar segera menyelesaikan ganti rugi terhadap penebangan paksa yang dilakukan BBTNGL, selanjutnya pihak BBTNGL harus segara menempatkan tapal batas yang jelas terhadap kebun warga dan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL), sehingga tidak ada lagi pembukaan lahan baru oleh kedua belah pihak.

Komentar

Loading...