Unduh Aplikasi

Mahasiswa Desak DPRK Lhokseumawe Nyatakan Sikap Tolak UU Omnibus Law

Mahasiswa Desak DPRK Lhokseumawe Nyatakan Sikap Tolak UU Omnibus Law
 Foto : Sarina 

LHOKSEUMAWE – Seribuan mahasiswa dan pelajar berunjuk rasa di Gedung DPRK Lhokseumawe. Dalam aksi tersebut pihaknya meminta agar dewan setempat agar menolak Undang-undang Cipta Kerja.

“Kita mendesak DPRK Lhokseumawe untuk mampu secara kelembagaan, guna menyatakan sikap dan mendesak DPR-RI merevisi pasal  kontroversial di Undang-Undang Cipta Kerja,” kata Koordinator Lapangan, Jamaluddin kepada awak media, Kamis (8/10).

Sambung Jamal, pihaknya juga menuntut presiden agar mengeluarkan peraturan pengganti undang-undang Omnibus Law, sebelum dilembarnegarakan oleh Presiden.

“Karena dengan kehadiran Omnibus Law mampu membongsai dan menutupi apa yang sudah dimiliki oleh Aceh. dan jika Pemerintah tetap tidak mencabut, berarti memancing amarah seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia khususnya Aceh,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, saat diwawancarai soal kericuhan saat aksi tersebut mengatakan, memang sempat terjadi kesalahpahaman akan tetapi bisa dikondusifkan kembali. Dan pihaknya mengerahkan 550 personel untuk pengamanan tersebut.

“Saya berterima kasih kepada mahasiswa yang sudah menyampaikan aspirasinya dengan baik. Semoga apa yang sudah disampaikan, bisa dilaksanakan oleh wakil rakyat,” tuturnya.

 

Komentar

Loading...