Unduh Aplikasi

Mahasiswa Desak Densus 88 Dibubarkan

Mahasiswa Desak Densus 88 Dibubarkan
BANDA ACEH - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Banda Aceh mendesak pemerintah untuk membubarkan Detasemen Khusus (Densus) 88. Desakan itu disampaikan Gema Pembebasan saat menggelar aksi di Bundaran Simpang Lima, Jumat (18/3).

Koordinator Aksi, Fachrurrazi Mukhtar mengatakan, Densus 88 sangat kejam, sadis, tak berperikemanusian, dimana sudah dengan semena-mena dalam menjalankan tugasnya. Perlakuan tersebut dapat dilihat dari apa yang sudah diperbuat kepada Siyono (34) salah satu korban paling anyar dari kebiadaban densus 88 yang ditangkap pada selasa (8/3) lalu usai melaksanakan shalat magrib.

"Siyuno ketika dikembalikan ke keluarga sudah sudah meninggal dengan kondisi tubuh memar, mata kirinya membiru mirip terkena tonjokan tangan, kedua kakinya membiru seperti halnya diinjak-injak, bahkan membengkak tidak selayak kaki Suyono sebelumnya," kata Fachrurrazi Mukhtar.

Fachrurrazi menyampaikan, sejak satuan khusus ini dibentuk pada 26 Agustus 2004 hingga sekarang, Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM) telah mencatat 118 orang meninggal dunia.

"Dengan berlindung dibalik tugas menjaga keamanan Indonesia yang seakan dihuni "Teroris" operasi densus 88 kian hari semakin membabi buta. Tindakan pembunuhan diluar proses peradilan ini telah memakan begitu banyak kasus yang diawali dengan salah tangkap, diduga teroris hingga perlakuan brutal tersebut berujung pada kematian," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, dalam kasus lain, dimana seperti yang terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan pada Januari 2014 telah menjadikan Al-Quran sebagai barang bukti dugaan teroris, serta stigmatisasi negatif terhadap umat islam lainnya yang melarang umat islam untuk beribadah serta taat kepada Allah SWT.

"Kami selaku Gema Pembebasan Kota Banda Aceh mengecam dan mengutuk tindakan brutal yang dilakukan Densus 88, serta kami meminta agar Densus 88 segera dibubarkan supaya tidak ada lagi umat islam menjadi korban kebiadabannya," teriak Fachrurrazi

Selain itu, mereka juga menuntut seluruh personel dan para petinggi Densus 88 meminta maaf kepada umat islam serta membayar ganti rugi (Diyat) kepada keluarga yang sudah ditinggalkan oleh korban kekerasan dan kejahatan Densus 88.

"Kami menyerukan kepada setiap kaum muslimin, termasuk TNI/POLRI untuk bersama-sama berjuang dalam menegakkan syariat islam dan khilafah islamiyah," tegasnya.

Komentar

Loading...