Unduh Aplikasi

Mahasiswa Aceh Barat dan Lhokseumawe Gelas Aksi Peringati Hari HAM

Mahasiswa Aceh Barat dan Lhokseumawe Gelas Aksi Peringati Hari HAM
Aksi memperingati hari HAM di Aceh Barat. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

LHOKSEUMAWE - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, melakukan aksi damai peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia di Tugu Rencong, Kota Lhokseumawe, Selasa (10/11).

Dalam aksi itu, pihaknya mendesak Pemerintah agar mengusut tuntas pelanggaran HAM yang melibatkan rezim orde baru (ORBA). Yakni kasus penembakan misterius, tragedy Semanggi, penembakan mahasiswa Trisakti tahun 1998, penculikan aktivis 98 salah staunya hilang Wiji Tukul yang hingga kini belum ditemukan.

Koordinator Lapangan, Arwan Syahputra, selain itu pihaknya juga meminta Pemerintah Indonesia mengusut tuntas kasus terbunuhnya aktivis HAM, Munir pada 7 September 2017 lalu.

“Hukum pelaku penembakan pada aktivis randi, yang tertembak pada Demo tolak RKUHP di Kendari pada September 2019. Selain itu, Tragedi Simpang KKA juga harus diusut,” ujarnya.

Dikatakan Arwan, pihaknya meminta Pemerintah Pusat dan aparat penegak hukum serius dalam penanganan pelanggaran HAM. Dan kepada Presiden Joko Widodo, diminta agar melaksanakan janji kampenyenya di bidang HAM tahun 2014 lalu.

Aksi damai peringatan hari HAM Sedunia di Tugu Rencong, Kota Lhokseumawe. Foto: Ist

Tak hanya di Lhokseumawe, puluhan mahasiswa di Aceh Barat juga memperingati hari HAM Sedunia. Peringatan HAM sedunia tersebut dilakukan dengan cara menggelar aksi demonstrasi di Simpang Pelor, Kota Meulaboh atau tepatnya di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat.

Dalam aksinya mahasiswa yang menamakan Aliansi Peduli HAM atau yang disingkat dengan kata APAM ini meminta Pemerintah Indonesia menyelesaikan sederet kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

Aksi yang dilakukan dengan orasi secara bergantian serta membakar dua ban bekas ini salah satunya menuntut pengusutan kasus pelanggaran HAM di Aceh yang terjadi pada masa konflik mulai dari pemberlakukan Daerah Opersi Militer (DOM) hingga darurat sipil yang terjadi selama ini, sebelum terjadinya perdamaian masa Memorandum of Understanding (MoU) Helsinky.

Tak sampai disitu, para alumni mahasiswa itu juga menuntut diusutnya peristiwa pelanggatan HAM selama konflik papua.

Koordinator lapangan, Mullah Oges Cabucci, mengatakan pihaknya juga menuntut pengusutan kasus yang menimpa aktivis mahasiswa Trisakti 98, kematian munir, dan penghilangan terhadap Wiji Tukul yang hingga saat ini tidak diketahui jasadnya.

"Selain itu kami juga meminta diusut kasus pelanggaran HAM masa sekarang yakni penangkapan Luthfi dan penangkapan sepuluh aktivis Ternate saat aksi penolakan Rancangan Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK)," kata Oges.

Sarina/Darmansyah Muda

Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...