Unduh Aplikasi

Mahalnya Mengurus Sapi “Kurus” Disnak Aceh

Mahalnya Mengurus Sapi “Kurus” Disnak Aceh
Kondisi sapi di UPTD IBI Saree. Foto: AJNN/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) dibawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, berlokasi di Indrapuri, Aceh Besar, memelihara 955 ekor sapi, baik sapi asli Aceh dan persilangan antara sapi Aceh dan sapi jenis wagyu.

Peternakan sapi dibawah Kememterian Pertanian itu berdiri di atas lahan seluas 430 hektar. Dimana, 120 hektar diantaranya dijadikan sebagai ladang pengembalaan dan 60 hektar merupakan areal rumput tanam.

Sapi-sapi disana selain diberikan pakan rumput potong, juga digembalakan di padang rumput. Jenis rumput di padang gembala terdiri dari berbagai jenis, seperti brachiaria humidicola, brachiaria decumbent dan stargraas.

Baca: Pergeseran Anggaran: Alokasi Pakan Rp 7,7 Miliar, Bibit Ternak Nihil

Sementara, untuk menjaga ketersediaan pakan sapi yang cukup, pengelola BPTU-HPT juga menyediakan pakan tambahan dari kebun rumput potong yang diisi beberapa jenis rumput, yaitu rumput gajah, rumput gajah Thailand, rumput gajah Taiwan dan rumput odot.

Penelusuran AJNN di laman SiRUP LKPP, postur anggaran yang disediakan untuk BPTU-HPT Indrapuri dalam DIPA Kementerian Pertanian juga tidak terlalu besar. Pada tahun 2019, Kementan hanya menyediakan Rp 6,18 miliar anggaran terkait pengadaan pakan dan obat-obatan terhadap 955 ekor sapi di peternakan tersebut.

Foto: Dok AJNN

Anggaran itu terdiri dari kegiatan pengadaan bahan makan dengan pagu sebesar Rp 2,78 miliar. Pengadaan obat-obatan sebesar Rp 108 juta. Pengadaan pakan konsentrat sapi (900 ekor x 365 x 1,7 kg) dengan pagu Rp 2,78 miliar.

Kemudian, pengadaan bahan-bahan pendukung keswan Rp 217 juta. Pengadaan sarana dan prasarana pengembangan pakan dan HPT dengan pagu Rp 100 juta. Pengembangan kebun hijauan pakan ternak dengan pagu Rp 40 juta dan pengembangan pastura dengan pagu sebesar Rp 124,5 juta.

Di 2020, anggaran yang dialokasikan di peternakan milik kementerian itu sebesar Rp 3,68 miliar. Alokasi anggaran itu di peruntukkan untuk pengadaaan pakan konsentrat sapi dengan pagu Rp 2,95 miliar. Perawatan lahan pastura dengan pagu Rp 236 juta.

Foto: Dok AJNN

Penanaman rumput kebun HPT dengan pagu Rp 10 juta. Penanaman rumput pastura sebesar Rp 30 juta. Pembersihan lahan kebun HPT dengan pagu Rp 35 juta. Pembersihan lahan kebun dengan pagu Rp 105 juta. Perawatan kebun HPT dengan pagu Rp 49,6 juta.

Pengolahan lahan kebun HPT dengan pagu Rp 5,5 juta. persiapan pembibitan Rp 10,4 juta. Pengadaan pupuk urea dengan pagu Rp 14,6 juta. Biaya pengambilan bibit dan penanaman baru/rehap dengan pagu Rp 37,5 juta. Pendagiran Rp 18 juta. Pengadaan pupuk urea tahap II dengan pagu Rp 29,5 juta.

Baca: Anggaran Pakan Belasan Miliar, Sapi di Peternakan Saree Ditemukan Mati Kelaparan

Lalu, pengelolaan lahan kebun pastura dengan pagu Rp 16,5 juta. Pengadaan bahan-bahan pendukung keswan dan produksi dengan pagu Rp 22 juta. pengadaan pupuk TSP sebesar Rp 2,6 juta. Pengadaan pupuk TSP tahap II sebesar Rp 7,8 juta dan pengadaan obat-obatan sebesar Rp 90 juta.

Di Aceh sendiri juga terdapat peternakan milik Pemerintah Aceh yang dikelolah Dinas Peternakan Aceh dibawah UPTD IBI Saree dan Ie Suum. Jumlah sapi di kedua peternakan itu sebanyak 775 ekor. Sebanyak 300 ekor diternak di UPTD Ie Suum dan 475 ekor lainnya di UPTD IBI Saree, Aceh Besar.

Baca: Video Sapi Mati di UPTD Saree Dibuang Begitu Saja

Dalam menyediakan pakan bagi ternak di dua peternakan Aceh itu, Disnak Aceh di tahun 2020 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,7 miliar untuk pemenuhan pakan, penyediaan obat-obatan dan vaksin, makanan tambahan bagi sapi di UPTD tersebut.

Foto: Dok AJNN

Alokasi anggaran itu diperuntukkan untuk Pengadaan Fermentasi Jerami dengan pagu Rp 92 juta. Pengadaan Pakan Ternak Ruminansia dengan pagu Rp 2,9 miliar. Pengaadaan Konsentrat Ternak Ruminansia dengan pagu Rp 4,1 miliar. Pengaadaan pupuk padang pengembalaan dan kebun rumput dengan pagu Rp 389 juta.

Pengadaan pupuk untuk pemeliharaan kebun HMT pola padat karya dengan pagu Rp 44 juta. Pengadaan Konsentrat untuk pakan Bull Sapi Aceh dengan pagu Rp 128 juta. Pengadaan Mineral Blok/kotak ternak Bull Sapi Aceh dengan pagu Rp 33 juta dan pengadaan molases pakan ternak UPTD IBI dengan pagu Rp 52 juta.

Kendati sama-sama mendapat suntikan dana dari pemerintah, kondisi sapi-sapi berbeda jauh. Sapi-sapi di peternakan milik kementerian tampak sehat dan terawat. Berbeda jauh dengan kondisi sapi-sapi di UPTD IBI Saree yang terlihat kurus kering, bahkan ada dilaporkan mati akibat kelaparan.

Komentar

Loading...