Unduh Aplikasi

Mabes Polri umumkan akibat kematian gajah di Aceh

BANDA ACEH - Tiga ekor gajah yang mati pada September lalu, masing-masing di kabupaten Aceh Timur dan Aceh Jaya, telah terbukti karena diracun oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Hasil itu diumumkan Mabes Polri berdasarkan hasil uji sampel gajah mati yang dikirim oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh pada 15 September 2014 lalu.

Pasca uji laboratorium dikeluarkan Mabes Polri, jajaran polres Aceh Timur menetapkan dua tersangka pekerja di PT Perkebunan Dwi Kencana Semesta terkait kasus kematian gajah pada September 2014 lalu.

“Racun yang digunakan sejenis Arsenik, yang biasa digunakan untuk membius babi dan binatang liar sejenis,“ ketua BKSDA Aceh Genman Hasibuan menjawab AJNN melalui selulernya.

Hematnya, sejauh ini jajaran kepolisian telah menetapkan dua tersangka kasus kematian dua ekor gajah di Aceh Timur, namun sejauh ini pihaknya belum menerima informasi terkait penetapan tersangka kasus kematian gajah di kabupaten Aceh Jaya.

“Kasus ini sepenuhnya telah kita serahkan kepada pihak penyidik kepolisian, agar dapat mengungkap semua pelaku dan motifnya,”ujar Genman

Sebagai mana diketahui, pada Minggu 7 September 2014 lalu, dua ekor gajah ditemukan mati tanpa gading di kawasan PT Perkebunan Dwi Kencana Semesta, Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur dan di hari yang sama, juga ditemukan di kawasan hutan Sungai Cengeh, Desa Pangong, Kecamatan Krueng Sabe, Kabupaten Aceh Jaya.

NUSI

Komentar

Loading...