Unduh Aplikasi

MAA Gelar Lomba Do Da Idi

MAA Gelar Lomba Do Da Idi
Salah seorang peserta saat mengikuti perlombaan Peuratep Aneuk Dodaidi. Foto: Safrizal
ACEH UTARA - Puluhan pria berlomba menidurkan anak dalam ayunan. Acara ini digelar Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara menggelar lomba peuratep aneuk atau lomba menidurkan anak dalam ayunan. Acara ini digelar di aula Kantor Bupati Aceh Utara, Kamis (21/4).

Peserta dalam kegiatan tersebut terdiri dari para kepala satuan kerja, kepala bagian, serta para camat di Aceh Utara. Namun, dari sekitar 70 peserta yang diundang, hanya 11 peserta yang berani ikut kontes sayembara tersebut.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari usaha MAA melestarikan budaya Aceh. Selama ini sejumlah budaya Aceh mulai pudar, salah satunya adalah tradisi ‘dodaidi’ dalam menidurkan si buah hati,” kata Ketua MAA Aceh Utara Amirullah.

Dodaidi adalah lirik yang biasa dinyanyikan dalam bahasa Aceh yang biasa dinyanyikan orang tua pada zaman dahulu. Namun kini, budaya itu berganti dan mulai terkikis. Tak banyak lagi orang tua yang melakukan hal ini.

“Usaha untuk menggali budaya Aceh yang mulai terlupakan, baik disengaja atau tidak. Itu terlihat saat ini. Banyak orang Aceh, terutama yang lahir di era modern hampir tidak tahu lagi budaya Aceh, seperti budaya peuratep aneuk,” ujar Amirullah.

Budaya tersebut, kata Amirullah, diadopsi dari zaman Nabi Muhammad saw. Syair-syair dalam Alquran dan Bahasa Arab dipadukan dengan syair dalam Bahasa Aceh dan dilaksanakan turun temurun. Hal itu pula yang kemudian mencirikan hubungan Arab dengan Aceh begitu dekat.

Selain lomba peuratep aneuk, MAA juga menggelar karya tulis ilmiah tentang budaya Aceh. Untuk karya ilmiah, pesertanya merupakan siswa sekolah menengah atas (SMA) di Aceh Utara.

Komentar

Loading...