Unduh Aplikasi

MA Tolak Kasasi Oknum Mantan Pimpinan Dayah dan Guru Ngaji Dayah AN

MA Tolak Kasasi Oknum Mantan Pimpinan Dayah dan Guru Ngaji Dayah AN
Mahkamah Agung. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Mahkamah Agung (MA) menolak banding dan kasasi terhadap tervonis Oknum Pimpinan Dayah Ali Imran (45) dan Guru Ngaji Miyardi (26), pelaku pencabulan terhadap 15 santri pesantren AN, salah satu dayah ternama di Lhokseumawe.

“Banding dan kasasi mereka ditolak oleh Mahkamah Agung, sesuai Putusan MA No. 4 K/ JN/ 2020 tgl 21 Juli 2020,” kata Kasi Intel Kejari Lhokseumawe, Miftahuddin kepada AJNN.

Sambungnya, Ali Imran terbukti melakukan pemerkosaan melanggar Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Serta dijatuhi hukuman Uqubat Ta’zir Penjara 190 bulan dikurangi masa tahanan.

“Selain itu juga harus membayar Uqubat restitusi masing-masing korban 30 gram,” ujar Miftah.

Miftah menambahkan, untuk tervonis Miyardi, dijatuhi hukuman Uqubat Ta’zir Penjara 160 bulan dikurangi masa tahanan. Dengan membayar Uqubat restitusi terhadap korban 15 gram emas murni.

Baca: Kuasa Hukum Oknum Pimpinan Dayah dan Guru Ngaji Dayah AN Ajukan Banding

Sebelumnya, Kuasa Hukum oknum pimpinan dayah Ali Imran (45) dan Guru Ngaji Miyardi (26) akan mengajukan banding atas putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim Mahkamah Syariah Kota Lhokseumawe, Kamis (30/1).

Dalam putusan itu, Ali Imran divonis dengan hukuman penjara 190 bulan (15 tahun lebih) dan Miyardi divonis dengan hukuman penjara 160 bulan (13 tahun lebih) dan mereka diwajibkan untuk membayar restitusi masing-masing 30 gram emas murni.

“Kita nyatakan banding terhadap kedua tervonis, karena menurut kita putusan hakim yang tercermin dari pertimbangan itu sangat jauh dari fakta persidangan dan alat bukti yang sah,” kata Kuasa Hukum tervonis, Armia.

Komentar

Loading...