Unduh Aplikasi

MA Perintahkan Bupati Aceh Barat Lantik Kembali Keuchik yang Dipecat

MA Perintahkan Bupati Aceh Barat Lantik Kembali Keuchik yang Dipecat
Ketua Forum Kechik Sofyan Sauri bersama kepala desa dalam jumpa pers. Foto: Ist

ACEH BARAT - Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia memerintahkan Bupati Aceh Barat, Ramli MS, untuk mengangkat kembali sejumlah kepala desa (keuchik) yang dipecat oleh orang nomor satu setempat pada tahun 2018 lalu.

Sejumlah kepala desa yang diperintahkan untuk diangkat kembali tersebut yakni Kepala Desa Teupin Panah, M Salim, Keude Tanjong, Zaridon Hasyimi, Marek, Fauzan. Kesemuanya merupakan Kepala Desa di Kecamatan Kaway XVI.

Permintaan untuk diangkat dan dilantik kembali tersebut berdasarkan putusan MA yang menolak upaya kasasi dari Bupati Aceh Barat, Ramli MS, setelah politisi Partai Aceh itu kalah ditingkat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh, PTUN Medan hingga tingkat Mahkamah Agung.

Ketua Forum Keuchik, Sofyan Sauri, memgatakan putusan MA tersebut menguatkan putusan sebelumnya, yang menyebutkan pemecatan para kepala desa itu cacat hukum.

"Saat ini ada tiga keuchik (Kepala Desa) yang telah keluar putusan kasasinya dan memerintahkan Bupati Ramli untuk mengangkat dan melantik kembali. Ada sepuluh keuchik yang gugat, namun yang lain belum keluar putusan kasasinya," kata Sofyan Sauri, Selasa (14/1).

Dalam putusan tersebut, kata Sofyan, MA menolak sepenuhnya kasasi yang dilakukan bupati terhadap ketiganya.

Sofya juga mengungkapkan kalau pihaknya sudah menyurati Presiden terkait persoalan pemecatan sejumlah kepala desa di Aceh Barat. Bahkan, Menteri Sekretaris Negara telah memerintahkan Gubernur Aceh melakukan audit lewat inspektorat provinsi.

"Hasil audit inspektorat, salah satunya yaitu pemecatan yang dilakukan cacat hukum," ungkapnya.

Ditambahkannya, terkait dengan terbitnya keputusan MA itu, pihaknya memberikan waktu selama satu bulan untuk mengangkat dan melantik kembali, dan apabila tidak dilakukan akan menempuh jalur kembali.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan gugatan terhadap kerugian materil yang dialami para keuchik yang dipecat tersebut.

"Kami akan konsultasi dengan pengacara juga nantinya dan akan lakukan gugatan materil, dan melihat apakah ada unsur pidana," sebutnya.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...