Unduh Aplikasi

LSM Beberkan Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah di Dinas Syariat Islam Langsa

LANGSA - Kasus dugaan korupsi pada Dinas Syariat Islam Kota Langsa dibeberkan oleh LSM TOPAN-RI. Nilainya mencapai miliaran rupiah.

Menurut data LSM itu, banyak dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Syariat Islam Langsa selama ini terkesan ditutup-tutupi.

Pimpinan Daerah LSM TOPAN-RI Kota Langsa Agustam Efendi kepada AJNN, Senin (12/10), merincikan beberapa temuan yang diduga telah merugikan keuangan negara. Temuan-temuan tersebut yaitu;

Penggunaan dana belanja dinas tahun anggaran 2011 -2012 sebesar Rp27.570.750. Belanja itu dinilai tidak sesuai Surat Perintah Tugas dan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPT dan SPPD).

Selanjutnya, penggunaan dana belanja makan minum rapat tahun 2012 Rp 4.605.000 yang juga tidak didukung bukti yang lengkap dan sah yaitu absensi dan notulen.

Selain itu, peng­­gunaan dana belanja do­kumentasi publikasi kegiatan Rp 3.746.400 yang bersumber dari dana APBA tahun anggaran 2012 juga tidak ada bukti fisik dilakukan kegiatan.

Agustam Efendi juga membeberkan penggunaan dana belanja transportasi peserta kegiatan pembekalan dan pelatihan fik­­tif senilai Rp 37.000.000.

Agustam Efendi melanjutkan, hasil pe­meriksan terhadap Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berdasarkan hasil uji petik ke peserta pembekalan dan pelatihan juga diketahui untuk kegiatan ini setiap peserta diberikan uang saku Rp 200.000,- dan uang transportasi sebesar Rp 50.000.

"Semua peserta telah menandatangani amprahan uang saku dan uang transportasi, akan tetapi yang dibayar kepada para peserta hanya uang saku sedangkan uang transportasi tidak diberikan," ujar  Agustam Efendi.

Agustam Efendi juga merincikan Mark up harga pengadaan barang yang mencapai Rp 146.487.500.

Kemudian, lanjut Agustam, penggunaan dana belanja transportasi peserta kegiatan pembekalan dan pelatihan juga diduga fiktif. Nilainya mencapai Rp 37.000.000.

Penggunaan dana belanja kegiatan pembekalan dan pela­tihan senilai Rp 564.220.500.

Temuan PPN (Pajak Per­tambahan Nilai) dan PPh (Pajak Penghasilan) tahun 2011-2012 yang belum disetor ke kas Negara Rp 15.308.702.

Kelebihan anggaran dana be­­lanja perjalanan Dinas Luar (DL) daerah tahun 2011-2012 Rp 12.841.550.

SPPD ta­hun anggaran 2011- 2012 sampai saat ini diduga belum bisa dipertanggungjawabkan Rp 589.996.581.

Honor tim penegak Kantor Dinas Syariat Islam terhitung mulai Januari tahun 2012 be­lum dibayarkan kepada yang berhak menerimanya senilai Rp 16.030.000.

Dana bazis dise­lewengkan Rp 18.327.797.-

Penggunaan dana belanja pengadaan Alquran dan buku Surat Yasin tahun 2011-2012 Rp 272.760.000, tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku didasari dari hasil pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban SPK No.32/939/DSI/2011 tangga l5-11-2011.

Begitu pu­la dengan dana pengadaan Alquran Box 2011 sebanyak 593 buah dengan harga per examplar Rp 227.656,-Nomor.01/SPK/602.I/APBK/DSI/2011 tanggal 30-11-2011 pelaksana CV Fuad Sakti alamat Jalan T Umar No.60 A Rp 148.500.000,-Nomor.41/SPK/939/2012 tanggal 15-11-2012 Rp 124.260.000,-

Sedangkan pengadaan buku Surat Yasin sebanyak 5.531 buah dengan harga per examplar Rp 4.450,-Nomor.02/SPK/602.I/APBK/DSI/2012 tanggal 4-6-2012 pelaksana CV Sigantang Sira Rp 24.612.950.

Pengadaan Alquran sebanyak 1.920 buah dengan harga per examplar Rp 51.900,-Nomor.03 /SPK/602.I/APBK/DSI/2012 tang­gal 4-6-2012 pelaksana CV Arta Media Rp 99.648.000.

"Anggaran dana yang ter­besar dikorupsi tahun 2011-2012 ditubuh Dinas Syariat Kota Langsa terdapat pada poin kelima dan keenam sekitar Rp 1.451.246.878," ujar Agustam Efendi.

Menurutnya, pengunaan anggaran dana yang diduga telah dikorupsi ditahun 2011-2012 sejumlah Rp 2.250.185.730 merupakan angka yang sangat fantastis.

Untuk itu, ia meminta aparat penyidik dari Polres maupun Kajari Langsa untuk melakukan penyidikan terhadap Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Langsa terkait dugaan sejumlah kasus korupsi yang hingga kini belum terungkap.

"Kita sangat menyayangkan di lembaga penegakan syariat islam ternyata terselubung dugaan korupsi yang maha dahsyat,"katanya.

Sementara itu, Kadis Syariat Islam Kota Langsa Ibrahim Latif MM yang dihubungi AJNN untuk diminta tanggapannya menolak berkomentar

"Saya tidak berkomentar, karena dugaan korupsi tersebut sudah berulang kali dipublikasi, tetapi di salah satu koran mingguan," katanya singkat.

| ASRUL

Komentar

Loading...