Unduh Aplikasi

Lokasi Wisata Bahari Mentak Ditutup, Pedagang Datangi Disparbudpora Pidie

Lokasi Wisata Bahari Mentak Ditutup, Pedagang Datangi Disparbudpora Pidie
Para pedagang di lokasi objek wisata mentak tari mendatangi Kantor Disparbudpora Pidie. Foto: AJNN.Net/Salman

PIDIE - Puluhan pedagang yang berjualan di lokasi wisata Bahari Mentak tari di Gampong Mentak Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie mendantangi kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan dan kepemudaan Olahraga (Disparbudpora) Pidie, Kamis (1/8)

Kedatangan pedagang, pascapenutupan lokasi wisata oleh orang tak dikenal (OTK) karena dianggap melanggar syariat Islam sehingga menyebabkan mereka tidak bisa lagi berjualan.

"Selama kami berjualan tidak pernah terjadi perbuatan yang melanggar syariat Islam yang dilakukan pengunjung. Jadi kami pikir penutupan lokasi wisata ini terkesan ada kepentingan pribadi," kata Zuriati (46/8) salah satu pedagang asal Gampong Mentak Raya.

Zuriati meminta kepada pihak disparbudpora agar membuka kembali lokasi wisata Pantai Mentak Tari yang telah ditutup oleh orang tak dikenal agar para pedagang dapat berjualan kembali seperti biasanya.

"Dengan kami berjualan di lokasi wisata setidaknya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Zuriati mewakili para pedagang.

Menanggapi hal itu, Kepala dinas Parbudpora Pidie mengatakan, pihaknya sangat mendukung atas permintaan masyarakat yang meminta lokasi wisata Mentak Tari agar dibuka kembali supaya dapat mengakses ekonomi.

Namun karena ini telah ditutup secara sprontal seperti itu, tentunya dinas secara sepihak tidak bisa membuka objek wisata tersebut.

"Karena objek wisata berada di wilayah mereka sendiri, tentunya harus ada kesepakatan bersama. Jadi kami akan duduk kembali dengan pihak Muspika setempat, tokoh Dayah dan tokoh ulama setempat untul mencari solusi agar lokasi objek wisata dapat diakses kembali secara umum," ujaranya.

Menurutnya jika alasan wisata tersebut ditutup karena menimbulkan kemaksiatan maka tidak mungkin karena hampir setiap hari ramai dikunjungi masyarakat. Jadi secara logika tidak mungkin dilakukan perbuatan maksiat di tempat ramai

"Tadi para masyarakat mereka selaku pedagang telah manyampaikan menjaga agar tidak terjadi perbuatan maksiat. Kerena Aceh daerah syariat islam, tentunya kita semua tidak ingin menjual harga diri dengan melanggar syariat islam," cetusnya.

Komentar

Loading...