Unduh Aplikasi

Lobi-lobi di Lobi Hermes

Lobi-lobi di Lobi Hermes
ilustrasi

PERTEMUAN Ketua Partai Aceh Muzakir Manaf dan pelaksana tugas Gubernur Aceh Soedarmo di lobi Hotel Hermes Banda Aceh itu menyisakan banyak pertanyaan. Terlebih setelah Soedarmo menyatakan seluruh aparatur pemerintahan untuk bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2017.

Tak ada yang salah dengan pertemuan itu jika Muzakir Manaf, yang saat ini menjalani cuti dari jabatan sebagai Wakil Gubernur Aceh, tidak berstatus sebagai calon Gubernur Aceh pada pilkada nanti dan Soedarmo hanya seorang pejabat pusat yang tak memiliki kaitan langsung dengan pemerintahan.

Soedarmo memang dihadapkan dengan permasalahan pelik. Dia harus menjamin pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh 2017 berjalan mulus. Hal itu hanya dapat dilakukan jika Soedarmo mendapatkan dukungan penuh dari mayoritas anggota parlemen yang didominasi oleh Fraksi Partai Aceh.

Beberapa waktu lalu Soedarmo "keseleo" dengan meminta anggota parlemen tak mengutak-atik usulan anggaran yang diajukan eksekutif. Pernyataan ini mendapat sorotan dari anggota Fraksi PA dan aktivis antikorupsi.

Koordinator Gerakan Anti Korupsi Aceh Askhalani mempertanyakan alasan pertemuan Soedarmo dengan Mualem—sapaan Muzakir Manaf. Seharusnya pertemuan-pertemuan seperti itu harus bisa dihindari oleh seorang pelaksana tugas. Ini akan memantik isu netralitas yang menjadi barang sensitif di saat-saat seperti ini.

Askhalani menyarankan agar Soedarmo membuat pertemuan resmi dengan seluruh pemimpin partai politik di Parlemen Aceh jika ingin membahas kepentingan Aceh. Bukan dengan cara yang tak lazim apalagi menimbulkan kesan tak netral. Jangan lupa, di DPR Aceh, bukan hanya ada PA.

 

 

Komentar

Loading...