Unduh Aplikasi

Lobi Kandas di Kaki Mursil

Lobi Kandas di Kaki Mursil
ilustrasi

BUPATI Aceh Tamiang Mursil mengaku menolak uang Rp 1 miliar yang diantarkan kepadanya. Uang itu diharapkan dapat melicinkan upaya si pelobi untuk mendapatkan proyek. Untungnya, Mursil menolak uang itu.

Tawaran juga datang dari pejabat ingin mempertahankan jabatan. Juga menawarkan uang hingga setengah miliar rupiah. Ini juga ditolak Mursil. Selain melobi secara langsung, pejabat juga melobi istri Mursil agar tetap mendapatkan jabatan setelah rezim berganti.

Penolakan ini tentu menjadi sebuah langkah awal yang baik bagi Aceh Tamiang. Daerah ini membutuhkan sosok yang tegas dan berani untuk tidak masuk ke daerah abu-abu. Menolak aksi lobi-lobi yang hanya memberikan keuntungan bagi sedikit orang, tapi membawa kesengsaraan bagi rakyat.

Melobi di zaman ini menjadi barang lumrah. Bahkan mereka yang memiliki kecakapan pun rela melacurkan diri untuk sekadar dianggap cocok oleh atasan. akhirnya, setelah mendapatkan jabatan, atau pekerjaan, maka yang dilakukan adalah melanjutkan kecurangan itu.

Berbagai cara dilakukan. Saat ini, lazim melihat orang-orang masuk ke dalam organisasi massa hanya untuk memanfaatkan organisasi itu. Mereka yang bekerja sebagai pegawai negeri memanfaatkan organisasinya untuk mendapatkan jabatan. Sedangkan kontraktor yang masuk ke dalam organisasi berharap upayanya mendapatkan proyek berjalan mulus.

Kita tentu berharap para pemimpin baru di Aceh ini memiliki sikap tegas menolak aksi lobi-lobi. Seperti yang ditunjukkan Mursil. Bahkan, jika tak terlalu memberatkan, alangkah lebih bijaksana jika Mursil mau mengungkapkan orang-orang yang mencoba menyuapnya itu. Dengan demikian ada efek jera.

Komentar

Loading...