Unduh Aplikasi

Liquid Vape Tanpa Izin Edar Diamankan

Liquid Vape Tanpa Izin Edar Diamankan
Kapolresta Banda Aceh AKBP Trisno Riyanto menperlihatkan barang bukti Liquid Vape tanpa ijin edar.

BANDA ACEH - Ratusan liquid Vape tanpa izin edar diamankan satreskrim Polresta Banda Aceh di sejumlah lokasi berbeda. 

Selain itu, polisi juga mengamankan empat orang pelaku berinisial MAL, MI, RP dan DS. Mereka yang meracik atau mengoplos cairan tersebut.

Kapolresta Banda Aceh AKBP Trisno Riyanto menyebutkan cairan rokok elektrik yang diamankan ini tidak memiliki izin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta tidak berlabel halal sehingga dikhawatirkan mengandung bahan berbahaya.

"Cairan vaporizer atau vape itu tidak ada pengawasan dari BPOM, bisa saja cairan itu mengandung bahan berbahaya, apalagi cairan itu diracik sendiri," katanya, Senin (29/1).

Keempat pelaku ini, kata AKBP Trisno, sudah menjalankan bisnisnya sekitar tiga tahun. Cairan Vape tersebut sudah dijual ke sejumlah pelanggan di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Sejumlah barang bukti ini, lanjut Kapolresta ditemukan di tiga lokasi yakni di Ule Kareng ada 467 botol Liquid dengan 71 merek, di kawasan Setui ditemukan 365 botol dari 87 merek, alat penghisap, sembilan botol bahan Liquid Vape dan empat jirigen bahan dasar pembuat Liquid Vape.

"Sedangkan di Peunayong kita amankan 103 botol dari 27 mereka dan iga alat isap," ujarnya.

Keempat pelaku ini telah melanggar tentang perdagangan dan perlindungan konsumen. Sesuai dengan pasal 106 Jo 24 ayat (1) Pasal 113 Jo Pasal 57 ayat (2) UU RI No.7 tahun 2017 tentang Perdagangan Jo Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Pelaku bisa diancam dengan hukuman lima tahun penjara," ungkapnya.

Komentar

Loading...