Unduh Aplikasi

Limbah PKS Cemari Sungai Peutoe, Warga Cot Girek Kesal

Limbah PKS Cemari Sungai Peutoe, Warga Cot Girek Kesal
Kondisi air sungai yang ada di Kecamatan Cot Girek diduga tercemari limbah hasil pengolahan kelapa sawit.
ACEH UTARA - Puluhan warga Gampong Trieng dan warga desa sekitar lainnya di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara resah dan kesal akibat air sungai yang ada di kawasan itu diduga tercemari limbah hasil pengolahan kelapa sawit.

Dari informasi yang dihimpun AJNN, sejak Rabu, (24/8), warna air Sungai Puetoe dan sejumlah anak sungai lainnya berubah warna menjadi hitam dan berbau akibat pembuangan limbah dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT. Perkebunan Nusantara di Cot Girek.

"Sudah sejak rabu lalu air sungai berubah hitam, berbuih dan menebar bau. Kondisi ini sudah sering terjadi bahkan hampir setiap bulan" ujar Idris seorang warga setempat.

Geuchik Gampong Trieng, Abbas yang dikonfirmasi AJNN menuturkan jika pembuang limbah tersebut sangat merugikan masyarakat. "Warga kami menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari, seperti mencuci, mandi, bahkan dikonsumsi mengingat air bersih sulit didapat," ungkapnya.

Abbas menambahkan, pihak pabrik tidak mengairi limbah disaat musim kemarau. "Debit air kecil, warga kesulitan air bersih. Sekarang tercemar limbah. Dan warga tidak bisa gunakan air untuk kebutuhan hidup. Kenapa tidak saat musim penghujan, atau dibesarkan bak penampungan serta dibuat jalur pembuangan khusus agar tidak mencemari sungai," tambahnya.

Warga sekitar, kata Abbas, sudah mendesak pihak pabrik untuk tidak melepaskan limbah sembarangan. "Jika tidak diindahkan, warga mengancam akan melakukan aksi demo. Kalau bisa Pemkab Aceh Utara juga harus bersikap tegas terkait hal ini," katanya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Aceh Utara, Nuraina menuturkan jika pihaknya akan segera menurunkan tim untuk menginvestigasi kasus pencemaran tersebut.

"Akan kami turunkan tim untuk mengecek. Jika benar, perusahaan bisa saja diberikan sanksi karena telah mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar" pungkasnya.

Komentar

Loading...