Unduh Aplikasi

Lima Terdakwa Penyeludup 18 Ton Bawang Ilegal Divonis Tiga Tahun Penjara

Lima Terdakwa Penyeludup 18 Ton Bawang Ilegal Divonis Tiga Tahun Penjara
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA - Pengadilan Negeri Lhoksukon menjatuhkan vonis tiga tahun kurungan penjara terhadap lima terdakwa penyeludupan bawang merah asal Thailand yang digagalkan di kawasan pesisir pantai wilayah Kuala Cangkoi, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara.

Kelima tervonis tersebut yakni, Habubullah (60), Dahlan Hasan (48), Zulkarnaini (24), Nurdin (43) dan Azmiadi (19).

Kepala Kejaksanaan Negeri Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi kepada AJNN mengatakan, kelima tervonis tersebut terbukti melanggar pasal 102 huruf a UU No.10/1995 tentang Kepabeanan.

“Kelimanya divonis tiga tahun penjara, dengan denda Rp500 juta serta subside tiga bulan kurungan, serta membayar biaya perkara Rp5 ribu,” kata Pipuk, Senin (26/10).

Sebelumnya, Bea Cukai Lhokseumawe menetapkan lima orang tersangka dalam kasus penyelundupan bawang merah diduga illegal asal Thailand yang digagalkan di kawasan pesisir pantai wilayah Kuala Cangkoi, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara.

Baca: Berkas Perkara Tersangka Penyelundupan 18 Ton Bawang Ilegal ke Jaksa

Kelima tersangka tersebut yakni berinisial HBB (60), warga Idie selaku pemilik barang, DHL (48), warga Aceh Timur berperan sebagai Tekong, ZLN (24),  warga Idi berperan sebagai KKM, NRD (43), warga Pedawa dan AZM (19), warga Idi berperan sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwanto mengatakan, penetapan lima tersangka itu dilakukan setelah pemeriksaan 10 orang saksi.

“Sementara lima lainnya, seperti sopir, kenek dan anak pemilik barang sudah dipulangkan karena tidak ada indikasi terlibat,” katanya kepada AJNN, Sabtu (7/3).

Komentar

Loading...