Unduh Aplikasi

Lima Napi Asimilasi Covid-19 di Aceh Kembali Ditahan

Lima Napi Asimilasi Covid-19 di Aceh Kembali Ditahan
Kakanwil Kemenkumham Aceh, Zulkifli. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Lima narapidana di Aceh yang mendapatkan program asimilasi kembali ditahan karena melakukan tindak kejahatan lainnya.

Kakanwil Kemenkumham Aceh, Zulkifli menyebutkan sebanyak 1.362 narapidana di bebaskan lebih cepat melalui program asimilasi dan hak integritas dalam pencegahan Covid 19. Namun, terdapat dari warga binaan pemasyarakatan tersebut kembali berulah dan diserahkan ke Lapas dan Rutan.

"Program asimilasi dalam pencegahan Covid 19 di 26 lapas maupun rutan di Aceh sudah cukup berhasil, namun sebagian dari mereka ada yang melakukan kejahatan dan sedang menjalankan proses hukum," kata Zulkifli usai Rakor pencapaian kinerja Kemenkumham dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly secara virtual, Senin (29/6)

Zulkifli juga menyebutkan dalam Rakor tersebut, Menkum HAM, Yasonna Laoly menegaskan jajaran Kemenkumham di seluruh Indonesia dapat mengevaluasi ketat agar narapidana yang dikeluarkan melalui asimilasi tidak mengulangi kejahatannnya.

"Pembebasan narapidana lebih cepat melalui program asimilasi dan hak integrasi merupakan salah satu upaya mengurangi kapasitas hunian lapas yang saat ini overload. Warga binaan pemasyarakatan yang mendapatkan program asimilasi mandiri perlu diawasi ketat," ujarnya.

Zulkifli juga menyebutkan selama pandemi Covid 19, Lapas dan Rutan di Aceh tidak melayani kunjungan tatap muka bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

"Saat ini kunjungan bagi keluarga warga binaan masih dilakukan secara virtual," ucapnya.

Rakor yang dilaksanakan secara serentak melalui virtual bersama Menkum HAM Yasonna Laoly, kata Zulkifli dilakukan untuk mengevaluasi pencapaian kinerja semester satu di jajaran Kanwil Kemenkumham.

"Apa yang menjadi kendala di jajaran Kemenkumham Aceh akan kita lakukan evaluasi, sehingga target kinerja di 2020 bisa tercapai," pungkasnya.

Komentar

Loading...