Unduh Aplikasi

Lima Musibah Orang Tenggelam di Aceh dalam Dua Pekan

Lima Musibah Orang Tenggelam di Aceh dalam Dua Pekan
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Terhitung sejak 30 April sampai 10 Mei 2020, sudah terjadi lima peristiwa tenggelamnya orang di Aceh, ada yang selamat, belum ditemukan dan juga meninggal dunia.

"Total lima kejadian, ada yang selamat, hilang satu orang, dalam pencarian dan yang meninggal dunia," kata Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Budiono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (12/5).

Budiono menyampaikan, pada Kamis, 30 April 2020 salah seorang anak dibawah umur berinisial As (3) hilang, diperkirakan jatuh ke sungai di Desa Jareng Kecamatan Kembang Tanjung Kabupaten Pidie. Kini dalam pemantauan.

Kemudian, pada Jumat (1/5), satu unit kapal nelayan dihantam gelombang tinggi di perairan Lhok Seudu, Aceh Besar. Tiga awak kapal selamat dan berhasil dievakuasi oleh tim SAR ke daratan sekira pukul 01.00 WIB dini hari.

Kapal KM Mina Maritim 501 saat ditemukan sudah setengah tenggelam akibat dihantam ombak.

"Tiga awak kapal selamat, saat ditemukan terombang ambing di atas kapal," ujar Budiono.

Tiga awak kapal yang selamat itu yakni Rudi Supriadi (40) sebagai pawang, Wahyu (25) dan Ahmad (36), keduanya ABK KM Mina Maritim 501. Mereka berasal dari Labuhan Haji Aceh Selatan.

Selanjutnya, pada Kamis (7/5), dua orang tenggelam saat pergi memancing ikan di area kolam pelabuhan PPI Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Abdya.

Dalam musibah ini, satu korban bernama Rizwan (27) ditemukan meninggal dunia, dan temannya Rahmat Reza (24) masih dalam pencarian.

Musibah juga menimpa warga Bireuen, pada Jumat (8/5), seorang anak berumur 3 tahun terjatuh ke saluran air di Kecamatan Makmur. Saat itu kondisinya sedang hujan lebat. Ditemukan sudah meninggal dunia.

Terakhir, musibah tenggelamnya tiga warga juga terjadi di Aceh Barat, Minggu kemarin (10/5). Sejauh ini dua korban dalam keadaan selamat.

Peristiwa itu terjadi ketika korban hendak menyeberang sungai menggunakan sampan menuju ke kebun sawit miliknya. Namun saat menyebrang, sampan oleng karena debit air tinggi dan berarus deras membuat ketiga orang tersebut hanyut terbawa arus.

"Dua korban, Sanusi dan Marlinda berhasil selamat," ujarnya.

Namun, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), korban tenggelam di Aceh Barat yakni Hariadi belum ditemukan dan hanya dipastikan sudah meninggal dunia.

Seperti diketahui, beberapa pekan lalu, hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Aceh diguyur hujan. Bahkan sejumlah daerah mengalami banjir.

Komentar

Loading...