Unduh Aplikasi

Lima Komoditas Penyumbang Inflasi di Lhokseumawe

Lima Komoditas Penyumbang Inflasi di Lhokseumawe
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Kenaikan harga daging ayam ras, minyak goring, ikan dencis, ikan kembung dan cumi-cumi, menjadi penyumbang inflasi di Kota Lhokseumawe pada Mei 2021.

Hal tersebut berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2 Juni 2021, harga barang dan jasa secara umum di Kota Lhokseumawe pada bulan Mei menurun atau mengalami inflasi sebesar 0.19% dibandingkan April 2021.

Kepala Perwakilan (KPw-BI) Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo mengatakan, peningkatan harga (inflasi) bulan Mei tersebut lebih rendah dibandingkan bulan April 2021 yang mengalami inflasi sebesar 0,42%.

“Inflasi Kota Lhokseumawe pada Mei 2021 tergolong rendah dibandingkan Kota Meulaboh dan lebih tinggi dibandingkan Kota Banda Aceh tercatat mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,79% dan 0,17%,” kata Yukon, Senin (7/6).

Namun demikian, kata Yukon, inflasi Kota Lhokseumawe termasuk dalam peringkat ke 13 tertinggi diantara 24 kota yang disurvei di Sumatera. Adapun inflasi tertinggi di Sumatera terjadi pada Kota Meulaboh (0,79%), Dumai (0,65%), dan Metro (0,64%).

“Sementara inflasi Nasional tercatat cukup rendah sebesar 0,32%,” ujarnya.

Secara tahunan, lanjutnya, harga barang dan jasa di Kota Lhokseumawe pada Mei 2021 meningkat 3,18% dibandingkan bulan yang sama tahun 2020 (year on year). Angka tersebut masih dalam rentang sasaran inflasi Pemerintah tahun 2021 sebesar 3,0% ±1%.

“Peningkatan harga daging ayam ras disebabkan kenaikan permintaan pada hari raya Idul Fitri dan harga pakan ayam yang meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, kenaikan harga juga dialami oleh minyak goreng yang disebabkan oleh minimnya persediaan minyak di tingkat pedagang ritel sehubungan dengan harga bahan baku yang meningkat. Kenaikan harga pada ikan dencis dan ikan kembung disebabkan cuaca buruk disertai angin kencang dan ombak tinggi yang melanda selat Malaka mulai dari minggu ketiga Mei, yang menyebabkan menurunnya tangkapan ikan di akhir bulan Mei.

“Meski secara umum mengalami inflasi, namun terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga diantaranya ikan tongkol, cabai merah, udang basah, pir, dan cabai rawit,” ungkap Yukon.

Penurunan harga pada bulan Mei 2021 disebabkan oleh penurunan harga ikan tongkol yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah tangkapan ikan jenis tongkol yang membuat pasokan ikan tongkol melebihi permintaan pasar.

Selain itu, penurunan harga cabai merah dan rawit disebabkan oleh sedang berlangsungnya panen besar di wilayah Sumatera Utara (Tanah Karo, Sidikalang) dan Jambi (Kerinci) yang tiba di Lhokseumawe secara bersamaan membuat pasokan barang melimpah walaupun di Lhokseumawe dan sekitarnya telah melewati masa panen.

“Kita terus berkoordinasi dengan pemerintah Kota Lhokseumawe dalam forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil,” jelasnya.

Berdasarkan informasi, ke depan Pemerintah akan melaksanakan rehabilitasi Irigasi Krueng Pase di Kabupaten Aceh Utara yang diestimasikan selama dua tahun. Hal ini akan berdampak pada lahan padi seluas +/- 10.039 Hektar di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

“Selama ini, lahan tersebut dapat menghasilkan padi yang setara dengan 63 ribu ton beras per tahun dalam 2 kali panen. Dengan berhentinya aliran air akibat perbaikan irigasi, produksi beras dapat berkurang,” tuturnya.

Namun demikian, hal tersebut diperkirakan tidak akan banyak mempengaruhi inflasi karena masih terdapat produksi di Lhokseumawe dan Aceh Utara setara133 ribu ton beras per tahun dan dapat memenuhi kebutuhan beras yang hanya sebesar 66 ribu ton per tahun.

“Dalam hal itu, TPID melakukan tindakan mengarahkan petani untuk mengganti tanaman ke komoditas hortikultura yang tidak memerlukan banyak air. Selain itu, petani diarahkan untuk menggunakan sistem irigasi tetes yang dapat menghemat,” imbuhnya.

HUT Pijay

Komentar

Loading...