Unduh Aplikasi

Lima Kecamatan Ancam Kudeta Ketua Hipelmabdya

Lima Kecamatan Ancam Kudeta Ketua Hipelmabdya
Surat mosi tak percaya kepada Ketua Hipelmabdya.
BANDA ACEH - Lima panguyuban yang tergabung dalam Forum Panguyuban Kecamatan Penyelamat Hipelmabdya (FPK-PH) resmi melayangkan mosi tidak percaya terhadap Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat Daya (Hipelmabdya) terpilih, Irfan nasruddin. Pernyataan mosi tak percaya itu disampaikan dalam deklarasi yang digelar di Aneuk Kupi Lamnyong, Selasa 26 April 2016.

Panguyuban yang tergabung dalam (FPK-PH) antara lain, Forkasgemabdya (Forum Komunikasi Generasi Muda Babahrot Abdya), Ipelmaja, (Ikatan Pelajar Mahasiswa Jeumpa) Ippelmas, (Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Susoh) Himapess, (Himpunan Mahasiswa Pelajar Suaq Setia) Permapeta, (Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Tangan-tangan).

Ahmad Husairi, Ketua Permapeta sekaligus Koordinator FPK-PH menyatakan alasannya melayangkan mosi tidak percaya karena Irfan selaku ketua tidak mampu merangkul semua kecamatan, terbukti dengan hadirnya mosi tidak percaya yang sudah di layangkan ini. Lanjutnya dalam perekrutan pengurus Hipelmabdya juga tidak bekerjasama dengan panguyuban kecamatan-kecamatan. 

"Mosi tidak percaya ini merupakan inisiatif dari orang-orang yang peduli Hipelmabdya, tidak ada orang dibalik ini semua. Kami mengharapkan setelah mosi tidak percaya ini, semua panguyuban kecamatan mau duduk untuk membicarakan masa depan Hipelmabdya, jika tidak, kemungkinan akan kami lakukan kudeta," tegas Ahmad.

Menurutnya, Irfan Nasruddin, tak mampu mejalankan Hipelmabdya seperti semestinya. Mosi ini inisiatif merupakan bersama, dan tidak ada orang dibalik ini semua. "Saya harap setelah ini akan ada kesadaran dari seluruh panguyuban untuk mau duduk membicarakan Hipelmabdya, jika tidak kudeta terhadap kepengurusan irfan akan kita lakukan," katanya.

Hal sama juga disampaikan Ketua Forkasgemabdya, Masrizal. Menurutnya ketua Hipemabdya tidak mampu menyelesaikan kisruh dan persoalan yang terjadi, sehingga masalah tersebut menjadi sangat rumit.

Apalagi, kata Masrizal, banyak orang yang berkepentingan yang mengintervensi kepengurusan Hipelmabdya. Dimana orang yang mengintervensi bisa jadi merupakan bagian dari orang-orang berlatar belakang partai politik.  "Irfan tidak mampu menyelesaikan persoalan, makanya kami dari forkasgemabdya mengambil sikap melayangkan mosi tidak percaya. Ditambah juga bnyak intervensi dari berbagai pihak dari berbagai latar belakang," ungkapnya.

Armando Ricardo, perwakilan Ipelmaja mengaku, ada yang tidak benar dalam kepengurusan Irfan Nasruddin, dan mengharapkan bisa duduk bersama untuk membicarakan konidis Hipelmabdya. "Saya setuju dengan semua alasan yang dilontarkan dari berbagai pihak, maka dari itu, dimandatkan oleh ketua untuk melayangkan mosi tidak percaya terhadap Irfan Nasruddin. Saya juga berharap semua mahasiswa Abdya terbuka matanya, jika saat ini ada yang tidak benar dengan Hipelmabdya kepengurusan Irfan periode 2016-2018," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Ippelmas, M.Zakky Ananda, meminta kepada semua pihak untuk tidak menjadikan Hipelmabdya sebagai ajang politik praktis.  "Jangan jadikan Hipelmabdya ajang untuk berpolitik praktis. Kepengurusan juga sudah menyalahi AD/ART, bagaimana bisa pengurus mencapai 230 orang, ini sungguh tak etis," imbuhnya.

Bahkan, Zakky juga mengaku diancam akan diculik oleh pengurus saat ini. Dirinya akan membawa kasus pengancaman itu ke pihak berwajib. "Saya diancam beberapa waktu lalu oleh salah satu pengurus. Saya akan lapor kasus ini ke polisi," katanya.

Komentar

Loading...