Unduh Aplikasi

Liburan Tiba, Jangan Panik

Liburan Tiba, Jangan Panik
Ilustrasi: halodoc.

CATATAN positif jumlah penderita Covid-19 di Aceh hendaknya tetap dipertahankan. Seperti di Aceh Barat, saat ini tidak ditemukan warga yang menderitn tertular virus corona. a da

Sejumlah daerah lain di Aceh juga menunjukkan progres yang mirip. Kasus-kasus penularan terus menurun. Padahal, langkah tracing terus dilakukan oleh pemerintah daerah. Syukurnya, kurva penularan terus menurun. 

Tentu saja hal ini harus disikapi dengan benar. Aceh pernah dinyatakan sebagai daerah minim penyebaran Covid-19 saat provinsi lain berjibaku menekan angka penyebaran penyakit itu. Bahkan Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Aceh yang dianggap mampu mengendalikan penyakit ini ke titik terendah. 

Tapi memang ledakan angka penularan tak bisa dihindari. Aceh bukan daerah yang menutup pintu masuk dari daerah luar. Tak lama berselang, kasus-kasus baru ditemukan. Label hijau yang disematkan ke Aceh perlahan-lahan memerah. 

Hal yang sama juga kemungkinan bisa terjadi, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021. Apalagi, aturan yang dibuat juga sekadar saja. Salah satunya adalah keharusan menunjukkan hasil rapid tes, atau rapid antigen, atau swap PCR saat masuk ke Aceh dari pintu-pintu perbatasan dengan Sumatera Utara. 

Hasil rapid tes atau rapid antigen jelas-jelas tidak terbukti keakuratannya. Mudah-mudahan keharusan ini bukan sebagai langkah bisnis untuk menghabiskan stok alat rapid tes yang ada sebelum musim vaksinasi tiba. 

Namun, yang jelas, surat nonreaktif itu tak bisa jadi jaminan bahwa seseorang bebas dari corona. Apalagi jika masa berlaku surat itu sampai 14 hari. Seolah-olah, 14 hari setelah hasil itu keluar, seseorang tidak mungkin tertular Covid-19. 

Saat menenteng surat nonreaktif, atau hasil negatif pada tes swab PCR, bukan berarti seseorang tidak tertular corona. Namun karena aturan seperti itu sudah dibuat oleh pemerintah pusat, yang mau tak mau diikuti pula oleh pemerintah daerah, maka masyarakat tak bisa berbuat banyak. 

Karena itu, langkah antisipasi harus benar-benar diterapkan. Warga harus menerapkan protokol kesehatan ketat. Disiplin dalam mengenakan masker, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, atau tetap menjaga jarak, adalah hal-hal ringan yang seharusnya sudah jadi kebiasaan setelah hampir setahun virus ini merundung daerah kita. 

Kalaupun memang akan terjadi lonjakan, mudah-mudahan hal itu tidak membuat pemerintah panik. Toh selama ini, aturan-aturan yang ada dibuat tidak benar-benar untuk menekan laju penyebaran corona. 

Komentar

Loading...