Unduh Aplikasi

Lhokseumaewe Terancam Kekeringan Hingga Juni

Lhokseumaewe Terancam Kekeringan Hingga Juni
Puluhan hektar lahan perbukitan terbakar dan ditumbuhi ilalang di kawasan Desa Blang Panyang, Kec. Muara Satu, Lhokseumawe.
LHOKSEUMAWE – Suhu yang mencapai 34 derajat celsius di Kota Lhokseumawe, menyebabkan kebakaran lahan di kawasan perbukitan Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Selasa (29/3). Kebakaran lahan yang ditumbuhi rumput ilalang tersebut pada pukul 11.30 WIB, sempat membuat warga yang tinggal diseputar kawasan panik.

Maimun (46), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi terbakarnya lahan mengatakan, dirinya baru mengetahui adanya kebakaran setelah teriakan salah seorang warga yang rumahnya dibawah kaki perbukitan lahan yang terbakar.

"Saya mendengar adanya teriakan minta tolong, saya bersama warga lainnya pun langsung datang dan coba memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya," jelas Maimun.

Saat itu, kata Maimun, api sudah menjalar hingga mendekati pemukiman warga yang rumahnya terletak dibawah kaki gunung. Warga sempat panik secara beramai-ramai ikut memadamkan api diterik siang yang begitu panas. Tak lama setelah itu, pemadam kebakaran pun datang untuk memadamkan api yang kian merambah pemukiman warga.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lhokseumawe, merilis suhu di Kota Lhokseumawe sejak awal Maret hingga saat ini mencapai 33 derajat celsius sampai 34 derajat celsius.

Sedangkan kondisi ini akan terus berlangsung hingga Juni mendatang, bahkan pada Mei dan Juni suhunya akan meningkat bisa mencapai 34,8 derajat celsius. Kemarau akan berlangsung hingga Juni dan intensitas hujan tergolong kecil. Sehingga Lhokseumawe dan sekitarnya akan terancam kekeringan.

BMKG Lhokseumawe, Khairendra Muiz, Selasa (29/3), menjelaskan, musim kemarau mulai terjadi pada awal Maret. Sehingga saat memasuki musim kemarau, pembentukan awan sangat sulit, sehingga penyinaran matahari bisa berlangsung secara makisimal ke bumi, tanpa terhalangi awan.

"Jadi dua faktor yang kita rasakan sekarang ini kenapa cuaca terasa begitu panas, yakni akibat penyinaran maksimal ke bumi karena tidak tertutup awan dan juga akibat baru berlangsungnya perubahan musim yakni dari musim hujan ke musim kemarau,” jelasnya.

Sedangkan musim kemarau ini, tambah Khairendra, akan berlangsung hingga Juni mendatang. Bahkan pada Mei dan Juni suhunya akan bertambah tinggi lagi, yakni maksimumnya bisa mencapai 34,8 derajat celsius. Itu disebabkan posisi matahari sudah berada di lintang utara.

Disamping itu, dia juga menghimbau, agar masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan pada musim kemarau ini. Apalagi membakar lahan pada siang hari.

Ia menambahkan, dari hasil pemantauan pihaknya, selama musim kemarau ini, sangat sulit terbentuknya awan konvektif atau awan penghujan di wilayah Kota Lhokseumawe dan sekitarnya. Bila pun ada hujan sesekali selama musim kemarau ini, itu pun intensitas kecil.

"Jadi dengan kondisi itu, maka Lhokseumawe dan sekitarnya berpotensi terjadinya kekeringan,”ungkapnya.

Komentar

Loading...