Unduh Aplikasi

Lewat Festival Saman, Warga Gayo Lues Bisa Menyambung Silaturahmi

Lewat Festival Saman, Warga Gayo Lues Bisa Menyambung Silaturahmi
Saman Gayo Lues Festival 2019. Foto: Ist

GAYO LUES - Kegiatan Festival Saman yang digelar sejak 18 hingga 21 Agustus 2019 di stadion Seribu Bukit Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues dinilai dapat menjadi ajang silaturrahmi sesama masyarakat, serta moment berkumpulnya sanak saudara.

Salah seorang warga Gayo Lues, Nabila Ghaisani mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan setahun sekali ini memiliki makna sangat penting, sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat, bahkan bisa dikatakan sebagai pesta rakyat.

Menurut Nabila, event Saman ini bisa dijadikan sebagai ajang tempat berkumpul warga Gayo Lues untuk menjalin silaturrahmi bersama kerabat yang sudah lama tidak berjumpa, serta dapat merajuk tali persaudaraan.

"Event ini mejadi pesta rakyat bagi warga Gayo Lues, menjadi ajang berkumpul dan dapat bertemu dengan saudara atau reuni. Karena saudara dari jauh-jauh pasti datang," kata Nabila kepada AJNN dilokasi pembukaan Festival Saman 2019.

Tak hanya itu, lanjut Nabila, kegiatannya Festival Saman tersebut juga menjadi moment spesial bagi masyarakat setempat untuk lebih mengenal budaya dan seni. Serta untuk merubah pola pikir orang-orang yang merasa malu terhadap budaya mereka sendiri.

"Kenapa harus malu dengan budaya sendiri. Padahal ini adalah aset berharga yang harus kita lestarikan," tuturnya.

Moment Festival Saman ini tak hanya dirasakan penduduk asli Gayo Lues saja, warga parantauan di Blangkejeren juga mengaku senang dengan adanya event besar seperti itu. Mereka mendapatkan kesempatan menyaksikan tarian yang sudah menjadi warisan budaya dunia tak benda tersebut.

"Iyaa, jarang-jarang ada kegiatan seperti ini, dengan adanya Festival Saman ini kan kita bisa melihat langsung tariannya," imbuh Ismail, warga Abdya yang sedang merantau di negeri Seribu Bukit itu.

Selain itu, kata Ismail, lewat Festival Saman, mereka juga memiliki kesempatan bertemu rekan-rekan yang selama ini memang tidak pernah bertemu dan berkomunikasi lagi. Karena memang tidak sering bertemu.

"Tetapi dengan ada acara ini kan pasti sama-sama kesana untuk menonton. Seperti kemarin bisa ketemu dengan teman satu kuliah dulu. Bisa menyambung silaturrahmi lagi lah," pungkas Ismail.

Seperti diketahui, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh bersama Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar Festival Saman 2019 di Blangkejeren mulai 18 sampai 21 Agustus 2019. Tepatnya di area stadion Seribu Bukit.

Dalam Festival Saman 2019 ini, sebanyak 15 grup Saman dari tujuh kabupaten/kota se Aceh akan memperlihatkan kehebatan mereka.

Para peserta lomba saman bertarung dalam durasi waktu 10 sampai 15 menit per grup. Para pemenang akan memperoleh hadiah sebesar Rp 73 juta. Serta keluar sebagai grup yang memiliki kebanggaan serta disaksikan langsung oleh masyarakat saman.

ADV

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...