Unduh Aplikasi

Lenggang Kangkung di Pantai Hitam

Lenggang Kangkung di Pantai Hitam
Ilustrasi: tutsplus

PEMERINTAH Kabupaten Aceh Besar tak sepantasnya mengacuhkan keberadaan batu bara yang mencemari pesisir pantai Lhoknga. Apalagi, kejadian ini terus berulang.

Adalah tumpahan batu bara milik PT Solusi Bangun Andalas yang mencemari pesisir pantai yang terkenal indah itu. Masyarakat di sekitar daerah itu juga mendapati sejumlah ikan laut mati. Besar dugaan, ikan-ikan, dan sejumlah biota di sekitar tumpahan batu bara, itu terpapar.

Batu bara dikenal sebagai zat beracun. Setelah dikeluarkan dari dalam tanah, bahan bakar yang sempat populer dalam menggerakkan revolusi industri di Eropa itu terbukti membahayakan kesehatan masyarakat. Zat yang terkandung di dalamnya bisa menyebabkan keracunan, gagal ginjal dan kanker.

Namun Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tak pernah mau belajar. Atau mungkin mereka menganggap ancaman tumpahan batu bara ini tak terlalu penting untuk diurus. Ini terbukti dari keengganan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menindak pelaku pencemaran pantai yang terus berulang.

Kapal-kapal pengangkut batu bara ini tak pernah diawasi secara ketat. Padahal, banyak regulasi yang dilanggar oleh para pencemar. Mulai dari perusahaan pemesan hingga pengangkut batu bara. Proses pembongkaran batu bara ini juga sering kali mengabaikan keselamatan.

Seharusnya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, dan Pemerintah Aceh, memperhatikan secara serius dampak dari proses pengangkutan batu bara menggunakan tongkang.

Bahkan sangat pantas rasanya jika pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi mengeluarkan larangan kapal-kapal itu berlayar tanpa memperhitungkan kerugian jika kelak terjadi kecelakaan yang menyebabkan tumpahan batu bara. Jangan malah membiarkan mereka melenggang kangkung meninggalkan pantai Lhoknya yang semakin terancam.

Komentar

Loading...