Unduh Aplikasi

Lembaran Baru Pelabuhan Susoh

Lembaran Baru Pelabuhan Susoh
Ilustrasi: Lyam Bewry

KABAR menggembirakan datang dari Aceh Barat Daya. Pelabuhan Susoh Jumat lalu memulai beraktivitas. Dari pelabuhan ini dikirim crude palm oil (CPO) ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Ini adalah pengiriman perdana minyak kelapa sawit dari pelabuhan itu. Mudah-mudahan bukan menjadi yang terakhir. Terutama mengingat jumlah uang besar yang dihabiskan untuk membangun pelabuhan itu. Meski baru sebanyak 1.019 ton, tetap saja kabar ini cukup menggembirakan.

Yang pertama merasakan untung dari keberadaan pelabuhan ini tentu masyarakat di sekitar pelabuhan. Aktivitas bongkar muat tentu membutuhkan banyak pekerja dan mendorong belanja. Artinya, akan terjadi putaran uang di sekitar pelabuhan. Hal seperti inilah yang dibutuhkan untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

Apalagi, pelabuhan ini bisa menjadi tempat sandar kapal-kapal berukuran relatif besar. Kita tentu berharap di masa mendatang pengiriman tidak hanya berbentuk CPO.  Pemerintah di daerah-daerah pesisir barat, seperti Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan bisa memanfaatkan potensi CPO yang ada untuk membuat diversifikasi produk sawit. Mulai dari oleo, mentega, keju hingga biodisel.

Soal ini, Aceh bisa belajar dari Malaysia. Dengan mengembangkan riset, Malaysia tak hanya bergantung dari penjualan minyak sawit mentah. Pemerintah daerah dan industri dapat mendorong penelitian untuk menciptakan produk turunan kelapa sawit yang bisa dikembangkan di Aceh, baik untuk kebutuhan lokal, dalam negeri, maupun ekspor.

Pemerintah daerah perlu belajar dari kampanye buruk beberapa negara Eropa yang berkepentingan untuk menekan harga sawit di pasar global. Dengan tidak bergantung ekspor CPO, Aceh bisa mendapatkan keuntungan dan tidak bergantung pada harga yang dikatrol dari luar negeri.

Terciptanya produk-produk diversifikasi sawit ini akan mendorong pertumbuhan aktivitas di Pelabuhan Susoh. Apalagi, ongkos dan risiko pengiriman melalui laut lebih rendah dibanding pengiriman lewat darat.

Tentu saja ini membutuhkan sinergi perusahaan dan universitas dalam mengembangkan riset. Dengan dorongan pemerintah, baik di daerah ataupun di provinsi, Aceh akan menghasilkan produk-produk turunan dari berlimpahnya sumber daya alam. Karena pelabuhan ini akan mencatat pengiriman lain dengan durasi panjang dan volume lebih besar di waktu mendatang. 

Komentar

Loading...