Unduh Aplikasi

Lelucon Bulan Bintang di Istiqlal

Lelucon Bulan Bintang di Istiqlal
Massa aksi yang membawa bendera Bulan Bintang dengan spanduk ancaman berpisah dari NKRI. Foto: ist

KEPUTUSAN sekelompok orang membawa-bawa bendera Bulan Bintang ke dalam aksi demonstrasi menuntut penangkapan Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta adalah lelucon hambar. Bahkan ini sebenarnya tidak dapat diterima.

Aksi sejumlah orang yang mengklaim membawa suara Front Pembela Islam Aceh itu tak perlu terjadi. Bahkan jika mereka hanya berniat untuk mencari perhatian, masih banyak cara lain yang lebih pantas. Bukan mengusung bendera Bulan Bintang.

Dalam spanduk itu juga tertulis ancaman: Aceh akan berpisah dengan NKRI karena tak mau dipimpin oleh orang yang melindungi penista Islam. Lagi-lagi, ini adalah sebuah pernyataan tak berdasar yang ditulis tanpa berpikir panjang.

Kita tentu sepakat bahwa para pelanggar aturan, presiden negara ini sekalipun, harus dihukum. Dalam negara demokrasi, hukum adalah panglima. Dan unjuk rasa menuntut negara mengusut setiap kejahatan adalah hak semua warga negara.

Namun hal itu harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum. Tidak anarki dan merusak. Termasuk membawa-bawa urusan yang belum kelar. Urusan Bulan Bintang hingga kini masih belum tuntas karena Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat belum menemukan kata sepakat terhadap keseluruhan warna dan lambang dalam bendera itu.

Ancaman untuk berpisah dari NKRI juga bukan pernyataan yang mewakili Aceh, apalagi cuma karena Ahok. Yang harus dilakukan adalah mengawal aksi menuntut pemeriksaan terhadap Ahok berjalan sesuai koridor hukum. Bukan memprovokasi isu lain. Percayalah, dengan Ahok akan segera menemukan takdirnya.

Aceh bukan mainan politik. Jadi, berhenti untuk bermain-main dengan isu Aceh. Aparat penegak hukum juga jangan ragu untuk bertindak menghadapi aksi provokasi seperti ini. Kekonyolan yang dipertontonkan di depan Masjid Istiqlal itu tak boleh terulang lagi.

Komentar

Loading...