Unduh Aplikasi

Lecehkan Wartawan, Pejabat Aceh Tengah Dituntut Minta Maaf di Media Massa

Lecehkan Wartawan, Pejabat Aceh Tengah Dituntut Minta Maaf di Media Massa
Ketua PWI Aceh Tengah dan massa jurnalis berunjuk rasa di Takengon. Foto: Arsadi Laksamana
ACEH TENGAH - Merasa dilecehkan, para jurnalis yang bertugas di Aceh Tengah dan Bener Meriah menggelar demonstrasi. Bersama-sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Aceh Tengah, juga dibantu oleh mahasiswa dan LSM, mereka berorasi mengkritik sikap pejabat yang menghalang-halangi tugas wartawan.

“Aksi ini dipicu insiden yang dilakukan oknum Kepala Bidang Infokom Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Tengah, Rahmatullah. Dia menghalang-halangi wartawan saat melakukan liputan,” kata Ketua PWI Aceh Tengah Jurnalisa di sela-sela aksi damai di Simpang Lima Takengon, Aceh Tengah, Senin (25/4).

Kejadian bermula dari unjuk rasa tukang becak yang mengeluhkan penutupan jalan protokol, di kawasan Pasar Inpres Takengon. Ruas jalan itu dipakai untuk pernikahan. Akibatnya, kemacetan parah tak terhindarkan.

Di sinilah sengkarut itu terjadi. Para jurnalis yang berdatangan untuk meliput aksi tukang becak tersebut mendapat perlakuan kasar dari Rahmatullah. Pejabat ini bahkan tak segan mengeluarkan kata-kata kasar.

Setelah orasi, para jurnalis kemudian menuju kantor bupati untuk menyampaikan permasalaha ini kepada Bupati Aceh Tengah Nasaruddin. Kepada Nasaruddin, Ketua PWI Aceh Tengah Jurnalisa meminta Rahmatullah dicopot dari jabatan dan menayangkan permohonan maaf secara terbuka di media lokal dan nasional. Jurnalisa juga meminta Rahmatullah dihadirkan dihadirkan dalam forum itu.

Permintaan itu disetujui Nasaruddin. Berselang 30 menit kemudian, Rahmatullah datang dan meminta maaf kepada seluruh jurnalis yang hadir. Dia mengaku melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Saya secara pribadi dan keluarga meminta maaf kepada rekan-rekan media atas kekhilafan saya dalam kejadian kemarin,” ucapnya. Nasaruddin juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan bawahannya. Kehadiran Rahmatullah dan permintaan maaf itu belum cukup. Rahmatullah tetap harus meminta maaf secara terbuka di media massa. “Supaya ada efek jera,” kata Jurnalisa.

Komentar

Loading...