Unduh Aplikasi

Laporkan Suaidi Yahya ke Polisi, Sofyan Mengaku Laporannya Ditolak

Laporkan Suaidi Yahya ke Polisi, Sofyan Mengaku Laporannya Ditolak
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Sofyan memutuskan untuk melaporkan Suaidi Yahya ke Polres Lhokseumawe. Namun, laporan tersebut ditolak oleh polisi setempat karena menunggu keputusan dari atasannya.

“Jadi kemarin rencana melaporkan secara resmi kasus pencemaran nama baik saya ke Polres Lhokseuumawe atas tuduhan provokator dan sebutan “Sofyan Hitam” yang disampaikan oleh Wali Kota Lhokseumawe,” kata Sofyan kepada AJNN, Sabtu (11/7).

Ia mengaku laporan yang diajukan tersebut ditolak oleh petugas setempat karena harus menunggu keputusan dari Kepala Satuan (Kasat Reskrim), karena laporan yang dituju merupakan pejabat publik dan semestinya dikomunikasikan secara baik-baik.

“Menurut saya dalam penegakan hukum Polres Lhokseumawe masih tebang pilih. Ketika rakyat kecil yang dilaporkan langsung respon, tetapi ketika pejabat publik tidak dengan berbagai alasan,” ungkapnya.

Sofyan mengaku sedih, karena merasa dihina dan dicemarkan nama baik oleh Wali Kota Lhokseumawe. Padahal dirinya mengaku menganggap Suaidi Yahya sebagai orangtua sendiri untuk kemajuan Kota Lhokseumawe.

“Ketika tidak adanya persamaan hukum, saya merasa ada yang aneh, karena sudah menempuh jalur yang disediakan oleh pemerintah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Karena saya percaya hukum sebagai panglima, siapapun yg melanggar harus diproses itu prinsipnya,” jelasnya.

Jelas Sofyan, tindakan pencemaran nama baik dan rasisme di depan publik yang dilakukan oleh Wali Kota Lhokseumawe sangat merugikannya dan menyiksa batin karena dipermalukan seperti itu di depan umum.

Baca: Dituduh Jadi Provokator dan Hitam, Sofyan Bakal Laporkan Suaidi Yahya ke Polisi

“Maka saya berharap kepada Polres Lhokseumawe untuk dapat menerima laporan saya sebagai orang awam, maka penting saya menempuh jalur hukum agar tuduhan provokator tersebut nantinya dibuktikan melalui proses peradilan,” tuturnya.

Menurut Sofyan, karena untuk menguji dan membuktikan seorang provokator hanya bisa dilakukan melalui pengadilan, adakah lembaga lain atau lembaga tertentu selain kepolisian tempat rakyat melapor bila yang melakukan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan adalah seorang pejabat publik.

“Mohon bantuan para ahli hukum dan praktisi hukum membantu saya menunjukkan saluran hukum mana yang harus saya tempuh, saya sebagai warga negara yang baik dan taat konstitusi maka saya menempuh jalur hukum yang telah disediakan Negara,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Yoga Panji Prasetyo, saat dihubungi AJNN membantah menolak laporan Sofyan.

“Laporan dia (Sofyan) tidak kami tolak, kapan pun dia melapor akan kami terima, sekarang pun kalau dia buat laporan akan kami terima,” kata Yoga.

Menurutnya, kemarin, Jumat (10/7) hanya terjadi miskomunikasi dengan petugas yang ada di SPKT dan KBO.

“Kebetulan saya lagi di Banda Aceh. Setelah saya hubungi KBO, mereka menjelaskan kalau meminta Sofyan agar menunggu sebentar, agar petugas berkoordinasi dulu, namun Sofyan langsung pulang,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya ketika dikonfirmasi terkait laporan itu mengatakan kalau itu masalah kecil.

”Saya no comment, itu masalah kecil,” kata Suadi Yahya kepada sejumlah awak media.

Komentar

Loading...