Unduh Aplikasi

Laporan Jaksa Nakal di Aceh Minim

Laporan Jaksa Nakal di Aceh Minim
Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), Muhammad Yusni. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), Muhammad Yusni mengatakan pelaporan masyarakat terhadap jaksa nakal di Aceh masih minim dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.

"Jika dibandingkan daerah lain, Aceh masih minim laporan terhadap jaksa nakal," kata Muhammad Yusni di Banda Aceh, Kamis (13/2).

Ia menyebutkan Kejaksaan Agung banyak menerima berbagai laporan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh oknum jaksa terutama dalam penegakkan hukum. Namun, hanya sebagian yang ditindaklanjuti.

"Ada beberapa oknum jaksa dilaporkan atas pelanggaran yang dilakukan, namun tidak cukup bukti dan saksi sehingga tidak dapat ditindaklanjuti. Jika terbukti penindakan bisa pencopotan, pembinaan maupun tindakan lainnya," sebut Muhammad Yusni.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak takut melaporkan oknum-oknum jaksa yang melakukan yang tidak sesuai dengan prosedur dalam menegakkan hukum.

"Masyarakat masih takut, mereka yang membuat laporan masih bersifat surat kaleng tanpa adanya identitas pelapor yang tidak bisa di pertangungjawabkan," ujarnya.

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh tersebut meminta jajaran kejaksaan di Aceh meningkatkan pelayanan kepada publik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum tersebut meningkat.

"Peningkatan pelayanan salah satunya tidak terlepas dari pem pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah bersih melayani," ucapnya.

Saat ini, kata Muhammad Yusni, baru tidak kejaksaan negeri di Aceh yang mendapat predikat wilayah bebas korupsi dan bersih melayani yakni Kejari Lhokseumawe, Kejari Singkil dan Kejari Aceh Tenggara.

"Saya harap kejari lainnya di Aceh bisa meraih predikat wilayah bebas korupsi dan bersih melayani, sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kejaksaan sebagai penegak hukum," ungkapnya.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...