Unduh Aplikasi

Lapar di Lumbung Pangan

Lapar di Lumbung Pangan
ilustrasi

PEMERINTAH Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil jangan lalai. Kesulitan warga di dua kecamatan di Kepulauan Banyak, yakni Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat, harus segera ditangani. Saat ini, ribuan warga di daerah itu terancam kelaparan. 

Banjir yang melanda Aceh Singkil berdampak terhentinya pasokan bahan bakar minyak (BBM), gas LPG dan bahan kebutuhan pokok ke wilayah itu. Banjir di Singkil membuat pasokan bahan bakar dari daratan ke pulau terhambat. Nelayan di pulau itu tak bisa melaut karena tak ada minyak untuk menjalankan perahu mereka.

Kondisi ini harusnya dapat ditangani dengan mengirimkan langsung barang-barang kebutuhan pokok dan BBM melalui pelabuhan-pelabuhan di pantai barat-selatan Aceh. Tidak harus tergantung dari pelabuhan di Singkil.

Di saat yang sama, pemerintah juga perlu mengubah cara pandang terhadap pangan dan penanganan bencana. Daerah-daerah di kepulauan harus mendapatkan perhatian dengan persediaan kebutuhan pokok yang lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Gangguan terhadap ketersediaan bahan kebutuhan pokok dapat menciptakan ketidakstabilan keamanan dan ekonomi. Karena itu, sebagai daerah yang rawan terhadap bencana, Aceh harus mengantisipasi dampak buruk kerusakan akses distribusi bahan pangan ke kawasan-kawasan terpencil dan kepulauan kecil yang tersebar di seluruh Aceh.

Hal ini memang membutuhkan perencanaan yang tepat dan dana yang besar. Namun pemerintah memiliki kemampuan yang memadai untuk membangun sistem ketahanan pangan ini sehingga masyarakat tidak lagi terancam kelaparan di negeri yang subur dan penuh dengan sumber pangan ini. Ketimbang menghabiskannya untuk proyek mercusuar yang hanya dinikmati oleh orang kaya saja.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...