Unduh Aplikasi

Lapak Ludes Terbakar, Pedagang Sayur Pasar Inpres Jualan di Kaki Lima

Lapak Ludes Terbakar, Pedagang Sayur Pasar Inpres Jualan di Kaki Lima
Pedagang sayur jualan di kaki lima akibat lapak dagangan terbakar. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Sejumlah pedagang sayur di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe memutuskan untuk berjualan di kaki lima. Pasalnya, lapak dagangan mereka ludes terbakar akibat dilalap api, Kamis (9/7) sekitar pukul 01.30 WIB.

Salah seorang pedagang Sayur, Tina mengaku mengetahui kejadian itu setelah dihubungi oleh adiknya sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah mendapatkan informasi tersebut, dia bergegas datang ke pasar dan melihat semuanya sudah ludes dilalap api.

“Semua sayuran sisa kemarin yang disimpan dalam kedai ludes semua, enggak bisa diselamatkan,” katanya kepada AJNN.

Sambung Tina, karena sayuran yang dipesan kemarin baru sampai tadi pagi, maka dirinya terpaksa membuka lapak di kaki lima depan rumah toko (Ruko) kelontong yang ada di areal Pasar Inpres yang terbakar tersebut.

“Karena barang ini baru sampai, maka saya dan sejumlah pedagang sayur lainnya memutuskan jualan disini. Namun, enggak tau sampai kapan, jika memang nanti tidak diizinkan lagi oleh pemilik toko, maka harus kami cari lapak yang baru,” ungkapnya.

Baca: Pedagang Pasar Inpres Bersihkan Puing-puing Sisa Kebakaran

Sebelumnya, ratusan lapak pedagang di pasar tradisional Inpres Kota Lhokseumawe ludes terbakar, Kamis (9/7) sekitar pukul 01.30 WIB. Belum diketahui penyebab pasti kebakaran itu, dugaan sementara api berasal dari arus pendek listrik.

Pantauan AJNN di lokasi pada pukul 10.00 WIB, api dan asap masih mengepul meskipun proses pemadaman sudah diupayakan oleh mobil pemadam kebakaran sejak dini hari tadi. Lapak beserta barang dagangan pedagang rata menjadi abu, baik itu pedagang sayur, kelontong, bahan-bahan dapur dan sejumlah barang dagangan lainnya.

Kepala Taruna Darurat Bencana (Tagana) Kota Lhokseumawe, Samsul Bahri mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak kedai yang terbakar, hanya saja perkiraan sementara mencapai ratusan lapak pedagang.

“Menurut informasi yang saya dapat, api berasal dari arus pendek, awalnya masyarakat melihat api, dan asap yang sudah mengepul,” katanya kepada AJNN.

Komentar

Loading...