Unduh Aplikasi

Langkah Kecil Yang Menyelamatkan

Langkah Kecil Yang Menyelamatkan
Ilustrasi: AJR.

KEBIJAKSANAAN pimpinan Kepolisian Resor Aceh Jaya ini harus ditiru oleh rekan-rekan mereka di kepolisian di daerah lain. Kemarin, mereka membebaskan seorang pemuda berusia 25 tahun, warga Dusun Kuala Batee Tutong, Desa Panton Makmur, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, dari tuntutan hukum. 

Kalau mau mencari-cari kesalahan, anak muda itu sebenarnya bisa saja dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 1 ayat (1) dan (2). Jika polisi menjerat si pemuda dengan pasal ini, dia akan mendapatkan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

Anak muda itu adalah seorang ahli madya teknik mesin. Dia mempunyai usaha bengkel las dan memiliki pengolahan atau penggilingan emas (gelondong) yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat tinggalnya. Senjata api yang dirakit itu dia temukan di atap sebuah bengkel, dibungkus dalam karung bersama dengan peluru, peredam rakitan dan amunisi aktif.

Namun kepolisian menunjukkan sisi yang seharusnya mereka tunjukkan dalam menjalankan pengabdian. Polisi, setelah mendalami kasus ini, mendapati bahwa pemuda itu tidak sedang bertindak makar terhadap negara atau mengancam keselamatan orang lain. 

Polisi juga bertindak bijak dengan mengembalikan pemuda itu kepada Azhar Abdurrahman, bekas Bupati Aceh Jaya. Dengan harapan anak muda itu dapat menyalurkan kemampuannya untuk hal-hal yang positif. 

Dalam hal ini, polisi tidak mengedepankan dendam. Dan hukuman memang tidak seharusnya mengedepankan dendam. Karena hal itu akan memunculkan dendam yang lain. Dan ini akan terus menerus berlangsung, seperti lingkaran setan. 

Memenjarakan juga bukan solusi untuk setiap masalah. Apalagi, penjara saat ini lebih mirip tempat pembuangan ketimbang tempat seseorang menjalani koreksi. Tak heran jika kita sering mendapati orang yang semakin jahat setelah keluar dari penjara. 

Jadi, sekali lagi, terima kasih kepada jajaran Kepolisian Resor Aceh Jaya. Mereka telah menyelamatkan satu orang untuk tidak menjadi penjahat. Mudah-mudahan hal ini juga dapat diterapkan dalam kasus-kasus yang lain, yang memang tidak mengharuskan seseorang menjalani hukuman hanya karena kesalahan kecil. 

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...