Unduh Aplikasi

Langkah Beringin Memenangkan Aceh

Langkah Beringin Memenangkan Aceh
PENGALAMAN itu tak bisa dibeli. Itu harus dirasakan langsung. Dilewati, tahap demi tahap. Hingga seseorang atau kelompok sampai ke satu titik dan menyadari bahwa banyak fase yang menjadikannya lebih baik.

Dalam percaturan politik Indonesia, pengalaman itu masih dipegang oleh Partai Golkar. Partai ini adalah partai penyintas. Sebagai partai penguasa Orde Baru, partai ini tak lantas terhujam ke tubir jurang saat penguasa rezim, Soeharto, jatuh.

Bahkan perlahan partai ini mereformasi diri. Melakukan banyak pembaharuan. Meski masih bercokol para penikmat kekuasaan orde baru di partai ini, Golkar berani melakukan langkah baru, yang tergolong asing dalam budaya demokrasi partai politik di Indonesia. Satu di antaranya adalah melakukan konvensi untuk menjaring calon presiden.

Di tingkat nasional, sejak Soeharto, Golkar hampir tak bisa menempatkan calonnya sebagai presiden. Namun di daerah, partai ini masih memiliki kader yang mampu menyaingi calon-calon dari partai nasional lain, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Gerindra.

Memenangkan pilkada di daerah-daerah teramat penting bagi partai berlambang beringin ini. Dari sini, daerah mereka akan mencoba menguasai parlemen dengan mengirimkan calon sebanyak-banyaknya ke Senayan. Upaya ini tentu akan lebih mudah jika daerah itu dipimpin oleh kader Golkar. Dengan memenangkan suara parlemen, akan mudah lebih mudah bagi Golkar untuk memilih langkah di pemerintahan. 

Di Aceh, Musyawarah Daerah yang digelar hari ini menjadi pertarungan penting dalam upaya mengembalikan pengaruh partai di Aceh. Golkar harus dipimpin oleh sosok kuat dan dapat diterima seluruh kalangan di internal partai dan masyarakat Aceh. Sejumlah nama digadang-gadang sebagai calon, seperti bekas politisi Senayan TM Nurlif, Yusuf Ishaq dan Faisal Oesman.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada calon lain, rasanya tak sulit bagi Nurlif untuk memenangkan pertarungan ini. Selain mencukupi sejumlah persyaratan di atas, Nurlif juga menjadi satu-satunya calon dari internal Golkar yang mampu menyaingi calon gubernur lain, baik yang maju dari partai politik ataupun perseorangan. Memang tak mudah memenangkan pilkada, namun minimal, partai dan calon lain akan mendapatkan pertarungan seimbang.

Komentar

Loading...