Unduh Aplikasi

Lain di Sana, Lain di Sini

Lain di Sana, Lain di Sini
Ilustrasi: dictio community

TUJUH orang tenaga kerja asing asal Cina diusir dari Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya. Mereka merupakan pekerja di perusahaan pembangkit listrik tenaga uap yang tiba dari Bandar Udara Sultan Iskandar Muda.

Pihak perusahaan mengatakan mereka adalah pekerja yang baru tiba dari Jakarta dan memiliki visa bekerja di Indonesia. Mereka juga dinyatakan sehat dan tidak terpapar corona. Setelah ditolak, akhirnya para pekerja itu terpaksa balik ke Banda Aceh untuk segera berangkat kembali ke Jakarta.

Pengusiran itu adalah penolakan atas kedatangan orang asing setelah wabah corona merebak. Selain berasal dari negara asal penyakit itu, kedatangan mereka juga tidak pernah dilaporkan ke aparat gampong setempat, sebagaimana seharusnya.

Pemerintah harusnya memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Apalagi, Kementerian Luar Negeri mengeluarkan larangan kepada warga negara asing untuk masuk ke Indonesia. Keputusan ini memang terlambat, namun tetap penting untuk terus dijalankan selama masa krisis akibat virus ini berlangsung.

Untuk itu, pemerintah harus memastikan tidak ada orang asing yang datang ke Aceh. Entah itu lewat darat atau lewat udara dan laut. Pemeriksaan terhadap mereka yang masuk ke Aceh dari luar daerah juga harus lebih diperketat. 

Desakan sejumlah pihak untuk agar Bandara SIM ditutup juga perlu dipertimbangkan. Setidaknya hal ini akan membantu mengurangi risiko penyebaran. Apalagi, hampir tak ada daerah asal penerbangan yang tidak dalam status merah.

Namun yang paling utama adalah kejujuran seluruh aparatur negara untuk melindungi negera ini dari penyebaran corona. Jika memang telah ada keputusan untuk membatasi warga negara asing masuk.

Maka, keputusan untuk melarang orang asing masuk ke seluruh pelosok Indonesia harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Jangan Jakarta berkoar-koar menolak, di daerah, orang-orang asing dibiarkan masuk, terus masuk.

Komentar

Loading...