Unduh Aplikasi

Lahan Sawit Bekas PT. Tiga Mitra Aceh Jaya Diduga Jadi Rebutan Untuk Program Replanting

Lahan Sawit Bekas PT. Tiga Mitra Aceh Jaya Diduga Jadi Rebutan Untuk Program Replanting
Camat Sampoiniet, Syarkai. Foto: Ist

ACEH JAYA - Sejumlah warga desa Seumantok, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya bersama ketua Koperasi Ceuraceu Klah Perkasa mendatangi kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) Aceh Jaya pada Kamis (5/11) lalu.

Kedatangan warga tersebut mempertanyakan terkait kawasan bekas PT. Tiga Mitra di wilayah Desa Seumantok yang diduga sudah diserobot oleh pihak koperasi luar untuk di jadikan kawasan Replanting.

"Kedatangan kami kemarin ke BPN hanya untuk mengklarifikasi, karena ada pihak luar yang sudah mengukur lahan sawit bekas PT. Tiga Mitra," kata Mafri, warga Seumantok yang juga ketua Koperasi Ceuraceu Klah Perkasa kepada AJNN, Senin (9/11).

Pasalnya, pihak desa tidak pernah memberikan rekomendasi kepada pihak koperasi luar untuk dijadikan program Replanting di kawasan tersebut.

Belum lagi, kawasan tersebut sebelumnya juga sudah pernah diukur untuk diusul Program Replanting oleh Koperasi Ceuraceu Klah Perkasa yang dikelola oleh warga setempat.

"Kita sudah sepakat, program Replanting itu nantinya akan dibagi sama rata dengan warga desa Seumantok dan Desa Krueng Ayon," tambah Mafri.

Sementara itu, Camat Sampoiniet, Syarkani menyampaikan jika persoalan wilayah program Replanting di kawasan bekas PT. Tiga Mitra yang berada di wilayah desa Seumantok sudah selesai.

"Sebenarnya tidak ada persoalan, kemarin hanya salah faham, dikira ada pihak koperasi luar yang juga ingin mengusulkan program replanting di kawasan tersebut, padahal tidak ada, karena hingga hari ini kita juga tidak pernah menerima surat terkait Replanting selain dari pihak Koperasi Ceuraceu Klah Perkasa," ungkapnya.

Memang kemarin itu dari pihak Pencegahan dan Pengamanan Hutan (PPH) sudah beberapa kali mengukur lokasi tersebut untuk keperluan Replanting. Oleh sebab itu, warga Seumantok mengira ada Koperasi lain yang masuk wilayah desa mereka.

"Jadi kami juga sudah sepakat dengan pihak BPN jika ada yang mengusulkan kawasan Replanting namun tidak ada rekomendasi dari Keuchik setempat juga tidak akan kami layani," pungkas Syarkani.

Komentar

Loading...